Serpihan Kegiatan Peringati Serangan Oemoem 1 Maret : Lomba Film Pendek

Serpihan Kegiatan Peringati Serangan Oemoem 1 Maret : Lomba Film Pendek

Ternyata anak muda masa kini masih memiliki kepedulian dalam berbagai hal. Misalnya sigap mengekspresikan gagasannya melalui media. Seperti yang terlihat pada lomba film pendek pada acara Hari Keluarga Bangun Indonesia Jaya, Mengenang HM. Soeharto, Bapak Pembangunan Indonesia, Maret lalu.

Antusias peserta lomba bukan hanya dari DKI Jakarta dan Bekasi, ada pula peserta dari Kediri, Jawa Timur dan Weleri, Jawa Tengah. Acara puncak pada 11 Maret 2018 di Candi Bentar, TMII Jakarta, mengumumkan karya terbaik dimenangkan SMK Karya Nusantara. Untuk juara satu berhasil diraih SMK  Parakarya Internasional  Bandung, SMAN 1 Kualuh Hulu Medan juara 2 dan  SMA 2 Muhammadiyah 2 Jogjakarta juara 3.

"Tidak percaya menjadi juara 1 di acara yang sangat megah ini. Karena niat awal kami iseng – iseng melihat www.lomba.com . Kami tidak bisa hadir ke Jakarta karena banyak sekali tugas sekolah yang harus kami selesaikan untuk hari Senin. Terima kasih tim Juri Yayasan Mekar Pribadi sudah memilih kami sebagai juara 1. Kami sangat bangga," ungkap Ilham, anggota kelompok SMK  Parakarya Internasional Bandung.

Fadhly, ketua kelompok SMAN 1 Kualuh Hulu Medan yang mendapat juara 2 merasa dapat memberikan kebanggan untuk daerahnya. Mereka tidak percaya bisa dapat juara karena persiapan yang singkat.

"Tapi kami sangat sungguh - sungguh merancang film pendek ini. Kami bangga menjadi peserta satu - satunya dari Medan, khususnya Kualuh Hulu di acara semegah ini untuk memperingati Bapak HM. Soeharto. Saya juga berterima kasih kepada Mekar Pribadi yang memberi support pada kami. Kini berkat juara 2 di kegiatan ini saya dipercaya beberapa pihak, mulai dari masyarakat umum, sekolah hingga lembaga KPU untuk membuat video singkat Layanan Masyarakat “Sosialisasi Pemilih Pemula,” ungkap Fadhly.

Pemenang ketiga dari SMK 2 Muhammadiyah Yogyakarta juga sempat tidak percaya ketika dikabari menjadi salah satu pemenang.

"Kami sangat senang menerima kabar dari Mbak Irma, panitia Mekar Pribadi, kalau kami juara 3. Malam itu juga kami mengabarkan semua anggota untuk bersiap hadir ke TMII. Salah satu anggota, Lahna dengan kondisi tidak sehat tetap semangat ikut ke Jakarta. Kami tiba pukul 11.30 dan melihat acara yang sudah hampir selesai. Tapi rasa bangga kami tidak hilang begitu saja, karena kami menjadi bagian dari acara yang megah itu," ujar Nisa, pembina kelompok.

----
Foto: Dok. Pribadi