Keluarga Muda Jaman Now Enggan Berinvestasi Jangka Panjang?

Keluarga Muda Jaman Now Enggan Berinvestasi Jangka Panjang?

Ada nilai-nilai yang selalu berubah pada setiap generasi. Jika saat ini, generasi keluarga terbaru selalu ingin dibilang keluarga kekinian atau keluarga jaman NOW, coba deh perhatikan apakah keluarga generasi ini masih tertarik untuk berinvestasi?

Membandingkan generasi saat ini dengan generasi sebelumnya, keluarga muda saat ini cenderung senang menabung untuk tujuan jangka pendek dan enggan untuk berinvestasi jangka panjang. Padahal dengan memahami dan mulai melakukan pengelolaan keuangan yang tepat, generasi ini tetap dapat menikmati gaya  hidup masa kini tanpa mengabaikan kenyamanan di masa depan.

Padahal kalau kita lihat, generasi keluarga muda ini rata-rata dapat mengecap pendidikan tertinggi, mendapat pelayanan kesehatan terbaik dan mencapai kemapanan financial. Itu semua bisa dibilang merupakan mimpi setiap orang, baik untuk pribadi maupun keluarga.

Sayangnya masih banyak masyarakat yang belum memiliki pemahaman terkait pengelolaan keuangan ,khususnya proteksi dan investasi. Sehingga mereka memilih untuk menunda melakukan perencanaan keuangan untuk kenyamanan masa depan.

Terbukti, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2017 menunjukkan bahwa indeks literasi asuransi di Indonesia masih menjadi tantangan terbesar bagi industri asuransi jiwa. Dari sebuah survey Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan OJK, dari 100 orang Indonesia hanya 15 sampai 16 orang yang mengenal lembaga jasa keuangan asuransi dan hanya 12 orang yang sudah menggunakan jasa asuransi.

Menurut Prof. Dr. Paulus Wirutomo, M.Sc, Sosiolog sekaligus guru besar Sosiologi Universitas Indonesia, nilai atau values yang dianut individu, memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan seseorang termasuk dalam melakukan perencanaan keuangan.

Sistem nilai yang dianut individu akan menentukan sikap dan perilaku terhadap sesuatu,tak terkecuali dalam perencanaan finansial.

Pengaruh budaya, agama dan lingkungan menjadi faktor dalam terbentuknya sistem nilai dalam diri seseorang. Sebagai lingkungan sosial yang pertama dikenal individu, pengenalan nilai pertama kali diterima dari keluarga.

“Pengelolaan keuangan, sikap dan perilaku yang diterapkan generasi saat ini belum bergerak jauh dari generasi sebelumnya. Meski terjadi pergeseran pada peruntukan dan tujuan dari perencanaan keuangan itu sendiri,” ungkap Paulus di sela-sela kampanye komunikasi #LebihBaik Sekarang, belum lama ini, di Jakarta.

Kampanye #LebihBaik Sekarang  sendiri disampaikan lewat video web series bertajuk Keluarga Surya. Berkisah tentang kehidupan sebuah keluarga modern dengan berbagai isu sehari-hari. Mulai dari pengelolaan Tunjangan Hari Raya (THR), perencanaan pendidikan keluarga hingga pentingnya menerapkan pola hidup sehat.

“Menyadari perlunya melakukan upaya yang terus menerus dalam memberikan edukasi terkait financial, memacu kami untuk berpikir kreatif dan beradaptasi dengan zaman dalam membekali pemahaman keuangan yang memadai kepada masyarakat luas khususnya generasi dan keluarga muda Indonesia,” tambah Shierly Ge, Chief Marketing Officer Sun Life Financial Indonesia.

----
Foto: Istimewa