Najua Yanti: Menjadi Desainer Didorong Panggilan Alam

Najua Yanti: Menjadi Desainer Didorong Panggilan Alam

Bicara busana muslimah, nama Najua Yanti sering disebut. Sebagai seorang desainer, ia bukanlah pemain baru karena telah berkecimpung dalam industri mode dengan label pertamanya yang kini menginjak tahun ke-18. Yuk, kenali lebih dekat salah satu perancang yang juga founder HijabersMom Community ini!

Proses Najua menemukan passion sebagai desainer....
Dari kecil, busana saya dibuatkan oleh ibu saya, meskipun beliau bukan perancang. Karena saya sering melihat beliau berkreasi dengan mesin jahit dan beragam bahan, saya pun tertarik. Beranjak besar, saat duduk di bangku sekolah menengah pertama, setiap saya membeli pakaian pasti saya memodifikasinya lagi menjadi tampilan yang berbeda. Lalu saya mulai memakai hijab sejak tahun 1993. Pada saat itu, yang menjual busana muslimah belum sebanyak sekarang. Terdorong untuk merancang modestwear meskipun awalnya untuk saya sendiri. Lalu orang lain mulai melihat cara saya berpakaian dan mulailah banyak pesanan. Selain karena passion merancang, saya rasa faktor ‘panggilan alam’ turut mendorong saya untuk terjun ke industri ini.

Telah lama berkecimpung di industri modestwear, seperti apa perkembangannya?
Baju muslim pasti diciptakan karena ada demand. Nah, busana muslim sendiri pun harus mengikuti kaidah islam. Pada tahun 1993, belum ada busana muslim yang look-nya kasual, stylish, ataupun edgy. Yang ada di pasaran saat itu kebanyakan busana yang terlihat mature, misalnya gamis ataupun hijab yang berpayet-payet. Occasionally moeslimwear-lah. Walaupun memenuhi syariah, tapi tampilannya kurang cocok untuk anak muda dan bisa dipakai sehari-hari.

Apa saja lini busana milik Najua?
Pada awalnya label atas nama saya sendiri, NAJUA. Label ini menyediakan busana limited dengan gaya elegan kasual. Di label ini pun dibagi dua gaya sebagai alternatif untuk para pelanggan, yang daily dan deluxe. Label kedua saya adalah BELLABARIC di tahun 2009, dengan gaya yang lebih kekinian sesuai untuk generasi muda. Ada juga lini busana syar’i dimana saya berkolaborasi dengan salah satu grup label busana muslim bernama ZYRA, dan milik saya sendiri yaitu LA ROSE.


Pendapat Najua tentang perbedaan antara modestwear dan moeslimwear atau syar’i?
Sebelumnya saya ucapkan alhamdulilah, karena hingga kini mulai banyak orang yang pemahaman agamanya makin meningkat. Dalam kaidah Islam sendiri, dikatakan alangkah lebih baik seorang wanita berbusana dengan potongan panjang. Tidak ada yang salah mengenai busana muslimah model apapun, asalkan tidak memperlihatkan lekuk tubuh dan mengikuti syariat islam.

Tips berbusana dari Najua…
Miliki warna-warna dasar, misalnya monokromatik seperti hitam, putih atau abu-abu. Warna yang colorful tapi mendasar juga ada, sebut saja merah, navy, hijau tua, mustard dan coklat tua. Pilih tingkat warna yang dalam, alias warna-warna yang masih dalam kategori primer dan sekunder. Warna earth tone pun termasuk. Don’t be worry to wear secondary color as your basic. Kalau dari busana, must-have-item-nya adalah dress panjang dengan potongan A-Line. Tinggal kreasikan dengan cutting yang bervariasi.

-----
Teks: Mreizghi Alvio Linchia
Foto: Dok. Pribadi

style icon, profil, desainer

Fokus Berita Lainnya

Artikel Terkait

Comments