Batik for the World

Batik for the World

Oscar Lawalata bersama Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO dengan dukungan Bakti Budaya Djarum Foundation dan Bank Mandiri menggelar Batik for The World. Acara yang berlangsung 6-12 Juni lalu ini berlangsung di UNESCO, Paris, Perancis.

Batik For The World ini merupakan inisiatif seorang Oscar Lawalata untuk menunjukkan kembali kekayaan, perkembangan dan sejarah Batik Indonesia dengan menghubungkannya kepada pengrajin batik dan seni fesyen pada masa kini.

Sebanyak 24 model berjalan anggun mengenakan busana karya para desainer kebanggaan Indonesia, di antaranya Oscar Lawalata, Edward Hutabarat dan Denny Wirawan.

Oscar membawa batik dari lima daerah di Jawa Timur, di antaranya Madura, Surabaya, Ponorogo, Trenggalek dan Tuban dalam tampilan koleksi ready to wear. Edward Hutabarat memboyong batik dari daerah pesisiran Cirebon dan Pekalongan, sementara Denny Wirawan akan mengusung keindahan dan keunikan Batik Kudus.

Batik sejatinya merupakan inspirasi terbesar bagi Oscar Lawalata dan karyanya. Berbagai macam metode pengolahan batik akan diaplikasikan pada pagelaran kali ini seperti halnya bordir tangan, pewarnaan alam, dan berbagai olahan detail tangan lainnya kedalam koleksi yang menjadi ciri khas Oscar Lawalata Culture. Sebagai desainer Indonesia yang mengintegrasi kebudayaan tradisional dan gaya hidup modern, Oscar memiliki misi untuk mengangkat, melestarikan serta meperkenalkan kembali identitas budaya batik kepada masyarakat Indonesia dan dunia.

Bagi Edward Hutabarat, batik bukan hanya kain bermotif kebanggaan bangsa Indonesia, melainkan kain peradaban warisan bangsa yang penuh dengan nilai sejarah tersendiri. Selama lebih dari 2 dekade mendalami batik, desainer yang disapa Edo ini mengolah kain batik sebagai bentuk peradaban Indonesia yang berjuang untuk terus bisa bertahan di tengah gempuran modernisasi. Edward Hutabarat memboyong batik Mega Mendung dan Sawung Galing dari Cirebon dan Pekalongan. Dengan memadukan motif garis yang menjadi identitasnya, Edward Hutabarat akan mempresentasikan batik dalam wedding gown, beach wear, resort look, dengan tampilan longgar dan ringan.

Sementara Denny Wirawan menghadirkan inspirasi koleksi terbaru dari kain Batik Kudus, warisan budaya dari pesisir Jawa Tengah yang berkembang sejalan dengan perkembangan kerajaan di Jawa. Permainan tabrak corak khas Denny Wirawan dengan kain batik Kudus yang menampilkan motif flora dan fauna nan elok dengan penuh warna ceria, dipadu dengan embroidery akan menjadi inspirasi busana cocktail dan evening wear.

Sekitar 100 kain batik Indonesia yang dikurasikan bersama Yayasan Batik Indonesia (YBI), Rumah Pesona Kain, dan Oscar Lawalata Culture juga dipamerkan di Hall Miro dan Hall Segur, kantor pusat UNESCO yang dilalui oleh ribuan orang delegasi dunia yang bekerja dan beraktivitas setiap harinya. Di area ini akan menampilkan keragaman kekuatan motif batik-batik lawas yang khas hingga motif batik yang telah dikemas secara modern. Serangkaian kegiatan lain yang dapat dijumpai pengunjung antara lain mendatangi area pengrajin yang akan menampilkan demo proses membuat kain batik hingga talkshow mengenai industri batik Indonesia dan perkembangannya, tradisi batik dan budayanya, serta cara memakai kain batik itu sendiri.

----
Foto: Image Dynamics

catwalk, paris, oscar lawalata, denny wirawan, edward hutabarat

Artikel Terkait

Comments