Stevia: Si Manis Rendah Kalori

Stevia: Si Manis Rendah Kalori

Diabetes masih menjadi salah satu penyakit yang disebut-sebut sebagai penyakit  mematikan di Indonesia dengan jumlah penderita yang terhitung cukup tinggi. Kendati bukan penderita diabetes, membatasi konsumsi gula pada makanan merupakan langkah awal meningkatkan kualitas hidup.

Memulai hidup sehat bisa diawali dengan mengurangi konsumsi gula berkalori tinggi atau menggantinya dengan pemanis alternatif yang lebih rendah kalori. Bila sebelumnya penggunaan gula jagung diyakini menjadi salah satu solusi, maka kehadiran pemanis alami yang berasal dari daun Stevia juga terus dikembangkan.

Daun Stevia (Stevia Rebaudiana) adalah tumbuhan hijau yang banyak tumbuh di kawasan Brazil dan Paraguay, namun kini juga telah banyak dibudidayakan di Indonesia. Daun ini dapat menghasilkan rasa manis 250-300 kali dari gula biasa sehingga banyak digunakan untuk sebagai pemanis alami.

Seiring dengan perkembangan teknologi pangan, maka Stevia kini digunakan sebagai bahan pemanis alami yang dapat dicampurkan dengan berbagai bahan makanan dengan cara mengekstraksinya. Karena berasal dari daun, maka rasa manis yang dihasilkan Stevia tidak memiliki kalori.

Dijelaskan oleh dr. Diana F. Suganda , Sp.GK bahwa mengonsumsi daun Stevia sebagai pemanis adalah tidak ada efek sampingnya.

"Seperti kita makan lalapan saja. Sebanyak apapun kan masih oke karena dia alami. Dengan kita mengonsumsi pemanis dari daun ini berarti angka diabetes berkurang, terjadinya obesitas berkurang dan hipertensi juga berkurang. Namun itu penggunaan jangka panjang ya,”jelasnya.

Takaran Pas

Meski Stevia digadang-gadang lebih baik dari gula biasa, namun penggunaannya tetap harus dibatasi. Menyinggung hal ini, Diana juga menyinggung kebiasaan masyarakat Indonesia yang kerap menjadi kehilangan kontrol dalam mengonsumsi segala zat yang diyakini baik.

Menurutnya, gula tidak hanya terkandung pada gula pasir atau gula merah saja, tetapi juga pada bahan makanan lain yang sering tidak disadari. Untuk itu, ia juga menghimbau untuk menggunakan seminimal mungkin pemanis dalam asupan meskipun rendah kalori.

“1 cup gula biasa bisa digantikan dengan pemanis dari Stevia kurang lebih sebanyak 1 sendok teh. Tetapi sayangnya, Stevia belum masuk dalam pedoman takaran gizi serta belum ada penelitian lebih jauh yang membahas mengenai kandungan gizi lainnya. Namun tidak menutup kemungkinan, beberapa tahun mendatang akan diteliti lebih jauh kandungan gizi dari Stevia,” urainya.

Berbagai Bentuk

Kehadiran Stevia sebagai pemanis alami kini banyak dikemas dalam berbagai bentuk. Beberapa tahun belakangan, inovasi produk pemanis yang menggunakan daun Stevia sebagai bahan baku utama telah dilakukan di Indonesia. Anda bisa menggunakannya sebagai pemanis untuk berbagai kebutuhan seperti pemanis minuman dan makanan.

Dan yang paling mutakhir, ekstrak daun Stevia juga digunakan oleh salah satu produk kecap manis untuk menggantikan penggunaan gula jawa sehingga menjadi lebih rendah kalori.

----
Teks: Hafni Kusumawardhani
Foto: Istimewa

Bugar, stevia, pengganti gula

Artikel Terkait

Comments