Anak Indonesia Anak Jenius

Rafa Jafar Peduli Sampah Elektronik

Rafa Jafar Peduli Sampah Elektronik

Pernah kah terpikir ke mana perginya sampah dari barang-barang elektronik yang dulu kita pakai? Hal itu rupanya menarik perhatian Rafa Jafar. Bocah yang kala itu masih 11 tahun menulis sebuah buku berjudul Ewaste (sampah elektronik). Tak berhenti sampai di situ, tahun ini Rafa kembali menulis buku yang menunjukkan kepeduliannya pada lingkungan berjudul Sampah Baterai.

Penggunaan gadget di era saat ini memang sudah menjadi hal biasa. Bahkan, satu orang bisa memiliki lebih dari satu gadget untuk digunakan sehari-hari. Lantas, bagaimana jika gadget tersebut rusak dan tidak lagi bisa digunakan?. Peralatan elektronik tersebut disebut akan menjadi sampah elektronik atau disebut e-waste (electronic waste). Dikutip dari PBB, Electronics TakeBack Coalition, pada 2016 ada 20 sampai 50 juta metrik ton e-waste setiap tahunnya.

Langkah Rafa Jafar saat ini diawali ketika ia kelas 5 SD di Sekolah Cikal dan mendapat tugas membuat laporan dengan tema gaya hidup. Soal peralatan elektronik yang sudah tidak terpakai itu lah yang menjadi ide awalnya karena sama seperti anak seusianya, remaja yang biasa dipanggil RJ ini juga menggemari gadget. Di saat bersamaan, RJ juga terpikir ke mana perginya jika berbagai barang elektronik itu rusak dan tak lagi ia gunakan.

Untuk mengerjakan tugas tersebut, RJ bersama teman-temannya melakukan riset pengelolaan limbah elektronik. Hasil risetnya itu menjadi sebuah laporan yang kemudian ia kembangkan lagi ditambah beberapa referensi, termasuk yang mengurus  sampah elektronik hingga menjadi buku Ewaste yang ia terbitkan tahun 2012 lalu. Bukan sekadar menulis buku, sebagai bentuk nyata peduli lingkungan dan bagian dari solusi, RJ menggalang sampah elektronik di masyarakat dengan sebuah wadah khusus. Bekerja sama dengan perusahaan yang mengelola limbah eletronik, setelah terkumpul sampah tersebut di daur ulang.

“Tugas saya juga mensosialisasikan sampah elektronik dan dan bahayanya. Saya melakukan gerakan sosial ini karena tidak banyak yang melakukannya. Sesuai data, tiap tahun kita menghasilkan 50 juta sampah, tapi cm 4 juta yang di daur ulang. Di Indonesia, perusahaan dan yang punya gerakan untuk sampah elektronik belum banyak. Itu yang memotivasi saya sebagai anak muda untuk mengurangi sampah elektronik,” jelas RJ dalam Festival Relawan 2017 beberapa waktu lalu.

Menurut RJ yang bercita-cita menjadi Menteri Lingkungan Hidup ini, sebagai anak muda, harus bisa berkontribusi dan berpengaruh bagi masyarakat. Kepeduliannya terhadap lingkungan pun diapresiasi, November 2016 lalu, RJ diundang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menjadi pembicara di Marrakesh, Maroko yang diselenggarakan UN Climate Change.

 

 

Luncurkan Buku Kedua

Sampah elektronik merupakan masalah dunia tapi tak berhenti pula setiap tahunnya berbagai perusahaan mengeluarkan produk baru. Persoalan sampahnya menurut RJ juga harus menjadi perhatian. Kini, perhatian remaja kelahiran Jakarta, 7 Februari 2003 ini  terpusat pada sampah baterai sebagai salah satu jenis ­e-waste yang paling banyak digunakan pada pemakaian sehari-hari. Ditambah, kandungan bahan baterai bersifat racun hingga tak bisa dibuang begitu saja. RJ pun menjadikannya sebagai topik buku keduanya, Sampah Baterai.

“Seperti semua sampah elektronik, baterai yang dibuang ke tempat sampah bisa berpotensi meracuni lingkungan sekitar dan bisa berakibat fatal karena seharusnya ditampung secara khusus untuk diolah dengan tepat,” papar RJ.    

Hal ini pun menarik perhatian pemerintah. Seperti Tenaga Ahli Menteri Bidang Kebijakan Pengelolaan Sampah, Tuti Hendrawati yang salut dan mendukung RJ. Tuti berharap komunitas yang dibentuk RJ dengan nama EwasteRJ itu menjadi wadah tersendiri bagi anak-anak lain untuk lebih peduli lingkungan dan tahu bagaimana memilah limbah.

RJ juga menawarkan solusi yang bisa dilakukan semua orang pada buku keduanya ini, seperi pengadaan dropbox khusus baterai bekas. Tak hanya itu, para pembacanya juga akan mendapat pengetahuan seputar bahaya racun baterai, cara mengolah baterai bekas yang tepat, dan tips mengurangi sampah elektronik, termasuk baterai. RJ ingin mengajak semua elemen, pemerintah, masyarakat, swasta untuk berpartispasi dalam pengumpulan e-waste pada level masyarakat. (AR)

----
Foto: Amanda Andono