Fayanna, Gadis 13 Tahun yang Menerbitkan 43 Buku

    23 July 2018
Fayanna, Gadis 13 Tahun yang Menerbitkan 43 Buku

Sebelum berhasil menelurkan 43 buku di usianya yang menginjak 13 tahun, kecintaan Fayanna Ailisha Davianny pada buku dan kegiatan tulis-menulis bermula sejak ibundanya rajin membacakan buku untuknya, saat ia berumur 1 tahun. Bakat menulisnya pun diketahui sang ayah saat Fayanna yang masih berusia 7 tahun, mulai suka menulis cerita di buku tulis.

“Aku suka nulis karena sejak umur 1 tahun suka dibacain buku sama mama. Terus aku dengar baca buku itu seru loh, akhirnya aku jadi baca buku sendiri. Karena baca buku itu aku jadi suka nulis,” kenang Fayanna seraya tersenyum, saat ditanya awal mula kecintaannya pada dunia literasi.

Tahun 2013 pun menjadi tahun bersejarah bagi Fayanna. Pasalnya, di tahun tersebut, sulung dari dua bersaudara ini berhasil meraih juara 2 dalam lomba cerpen tingkat nasional. Karyanya pun kemudian diterbitkan menjadi sebuah buku yang berjudul Tersandung Hobiku. Buku itu merupakan buku pertama Fayanna, yang kemudian menjadi semangatnya dalam menghasilkan karya-karya lainnya.

Fayanna pun semakin giat menulis. Ia bahkan sempat mengikuti pelatihan menulis, agar bisa menulis dengan lebih baik lagi, dan mulai belajar untuk menulis di komputer. Buku pertama Fayanna sukses membuatnya termotivasi untuk terus menulis hingga saat ini.

“Setelah menang, aku jadi kenal sama penerbitnya. Lalu aku diajarin, ikut les 3 bulan tentang bagaimana sih cara menulis. Lalu akhirnya aku diajarkan gimana menulis di laptop,” paparnya.

Tahun demi tahun berikutnya diisi Fayanna dengan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan menulis. Di tahun 2015 ia sempat ditunjuk sebagai Reporter Cilik oleh sebuah media cetak nasional, untuk mewawancarai Presiden Joko Widodo dan Menteri-menteri Kabinet Kerja. Pada tahun 2016, Fayanna pernah mendapatkan hadiah liburan gratis ke Korea Selatan, berkat penghargaan yang diterimanya dari sebuah penerbit buku. Lalu di tahun 2017 lalu, ia mendapat penghargaan Anugerah Tunas Muda Pemimpin Indonesia dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

Fayanna, saat menerima penghargaan Tunas Muda Pemimpin Indonesia dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Tetap Pentingkan Sekolah

Saat ditanya bagaimana ia membagi waktu antara menulis dan sekolah, Fayanna mengaku tetap mementingkan urusan sekolah. Jika ada PR misalnya, gadis yang tengah mengeyam pendidikan di SMP Islam Dian Didaktika ini akan memilih untuk menyelesaikan semua PR-nya terlebih dahulu.

“Kalau misalkan dapat naskah pesanan, aku biasa menulis habis bikin PR. Jadi aku nulisnya malam,” tuturnya.

Solusi lain yang biasa dilakukan Fayanna dalam membagi waktu antara menulis dan sekolah adalah dengan memanfaatkan waktu libur sekolah semaksimal mungkin. Saat libur sekolah, dalam satu hari biasanya ia menargetkan untuk menulis setidaknya 1 bab, atau sekitar 5 halaman. Bahkan dalam seminggu, ia pernah menyelesaikan 1 buah novel.

Novel-novel yang dibuat Fayanna biasanya bertemakan keluarga dan persahabatan. Beberapa judul novel yang dibuatnya antara lain: Kakek Misterius, Misteri Teman Lama, Zara Pandai Bersyukur, dan Jejak Rahasia Sahabat.

Di Hari Anak Nasional ini, Fayanna, sebagai salah satu putri bangsa dengan pencapaian yang luar biasa, berpesan pada seluruh anak di Indonesia, untuk gemar membaca. Terutama bagi mereka yang ingin mengikuti jejaknya sebagai seorang penulis, membaca, menurutnya dapat memperluas wawasan, yang menjadi bekal tak hanya untuk kegiatan menulis, tetapi juga untuk masa depan.

“Dengan membaca, wawasan kita jadi luas, terus kita bisa menuangkan ide-ide dalam tulisan. Karena dengan menulis, kemampuan kita bakal berguna untuk apapun profesi kita di masa depan,” tuturnya.

-----
Foto: IG @fayanna.a.d

profil, penulis, penulis cilik, anak Indonesia

Fokus Berita Lainnya

Artikel Terkait

Comments