Serunya Berbagi Ilmu Ngelapak Bersama Komunitas Bukalapak di Palu

Serunya Berbagi Ilmu Ngelapak Bersama Komunitas Bukalapak di Palu

Sebagai salah satu upaya memberikan program-program terbaik yang bermanfaat kepada para anggotanya, untuk kedua kalinya sejak 2016, Bukalapak kembali mengadakan Program Belajar Ngelapak Bersama Komunitas atau BNBK.

Untuk tahun ini, BNBK mulai diadakan sejak Mei lalu. Kegiatannya dirancang oleh Komunitas Bukalapak agar para peserta mendapat wawasan tentang berbisnis secara online di Bukalapak. Tak hanya itu, para peserta bisa tahu cara meningkatkan keterampilan dalam mengoptimalkan bisnisnya. Tidak dilepas begitu saja, para peserta juga akan mendapatkan pendampingan untuk memastikan perkembangan bisnis mereka.

Seperti yang terlihat pada 14-15 Juli 2018 lalu, Bukalapak menggelar BNBK di Kota Palu. Pemilihan kota yang dikenal dengan produksi bawang gorengnya ini dilihat dari adanya potensi pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) yang sejalan dengan misi Bukalapak untuk memberdayakan UKM di seluruh Indonesia. Adanya Komunitas Bukalapak bisa menjadi sarana bagi para pelapak untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman berbisnis online di Bukalapak dan sudah tersebar lebih dari 100 kota di Indonesia. Untuk Komunitas Bukalapak Palu sudah terbentuk sejak 2016 ldan terus aktif mengadakan kegiatan bermanfaat untuk menambah kapasitas dan produktivitas anggotanya. Komunitas ini juga menjadi wadah bagi para pelapak saling bertukar pengalaman bisnis online.

Hari pertama pelaksanaan BNBK, puluhan peserta yang terdiri dari masyarakat umum setempat yang mayoritas anak muda, baik yang sudah terjun menjadi pelaku UKM maupun yang baru ingin memulai berbisnis, dikenalkan tentang Bukalapak sebagai online marketplace yang bisa membantu bisnis para peserta agar maksimal. Termasuk cara mengoptimalisasi pemasaran barang yang dijual.

Kegiatan hari itu dibuka oleh Setyo Susanto, Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Ketenagakerjaan Palu yang mengpresiasi kedatangan tim Bukalapak di Palu dan turut mendukung kemajuan UMKM di Palu.  Hadir sebagai pemateri hari itu Moh. Amin, atau disapa Om Amin, salah seorang ranger Komunitas Bukalapak Jakarta yang membahas tema Why Go Online? Menurut Om Amin, banyak hal mengapa kita sebaiknya berjualan online, misalnya jangkauan pasar yang lebih luas, ‘toko’ yang bisa buka 24 jam dan bisa menjadi solusi bagi yang memiliki modal terbatas.  

Ada pula tim dari divisi Customer Satisfaction  Bukalapak yang memberi wawasan kepada para peserta tentang service excellent. Jalur distribusi yang efisien dan aman menjadi salah satu aspek penting dalam berbisnis online. Karenanya, untuk BNBK di Palu hari itu mendapat dukungan pula dari JNE yang menjadi mitra Bukalapak. Kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dari setiap pemateri tidak di sia-siakan para peserta yang ingin tahu lebih banyak lagi untuk menjawab rasa penasaran mereka.  Serunya lagi, mereka yang bertanya mendapat hadiah spesial, yakni lakban Bukalapak.

Suasana Belajar Ngelapak Bersama Komunitas Bukalapak di Palu

 

Bedah Lapak, Bedah Produk

Hari berikutnya, dilakukan workshop bedah lapak dan bedah produk. Para peserta berkesempatan untuk menggali wawasan mengenai teknik pengambilan foto produk dan menulis deskripsi barang dengan baik dan benar. Tak hanya itu, peserta juga mendapat materi tentang keamanan berjualan di Bukalapak. Keseruan belajar ngelapak ini pun dengan semangat diikuti peserta sampai hari kedua selesai.

Terkait BNBK yang diadakan di Palu selama dua hari itu, Muhammad Fikri, Head of Community Management Bukalapak melihat adanya antusiasme dan semangat untuk jadi pebisnis online dari para peserta. Rasa bangga juga ditujukan kepada masing-masing komunitas dalam merancang, menyiapkan dan menjalankan BNBK di kota masing-masing. Muhammad Fikri menambahkan bahwa rangkaian program BNBK di Palu ini mendapatkan dukungan dari mitra Bukalapak, yaitu JNE. Sebagai mitra logistik, JNE memberikan wawasan mengenai jasa layanan pengiriman yang bisa dimanfaatkan oleh para pelapak Bukalapak.

Sementara itu, Mega Tri Agustina, Community Manager Bukalapak menjelaskan, BNBK bertujuan memperkuat komunitas Bukalapak dan menjaring para UMKM untuk bisa berjualan online. Selain itu juga menjalin silaturahmi kepada para pelapak Bukalapak. Dari sisi komunitas Mega menjelaskan, perkembangan pelapak Bukalapak di Indonesia Tengah dan Timur yang tergabung di regional tiga ini sudah lebih dari 500 pelapak sejak 2016 dari yang awalnya hanya 30-50 pelapak.

“Perkembangannya cukup baik, dengan adanya komunitas, pelapak jadi tahu celah dan informasi bertambah misalnya untuk memanfaatkan fitur di aplikasi Bukalapak yang bisa meningkatkan penjualan mereka,” kata Mega. (AR)

----
Foto: Arimbi Tyastuti