Tips Jadi Ibu Bahagia

Tips Jadi Ibu Bahagia

Bahagia adalah pilihan. Seperti yang diungkapkan oleh Psikolog Vera Itabiliana yang memilih untuk bahagia datang dari diri sendiri, bukan karena hal lain. Misalnya bahagia bukan karena jalanan lancar, dipuji cantik olek suami atau saat nilai anak bagus.

“Karena sulit kalau menggantungkan kebahagiaan pada orang lain atau pada suatu hal. Menerima apa yang kita punya sekarang dan bersyukur. Itu dasarnya,” jelas Vera.

Seorang ibu memang biasanya selalu memikirkan kepentingan orang lain lebih dulu. Misalnya saat makan di restoran bersama keluarga, lebih dulu memesankan makanan untuk suami dan anak atau malah justru terlupa belum memesan untuk dirinya sendiri.

“Jadi, harus pikirkan diri sendiri juga. Mulai dari hal-hal kecil. Kalau pesan makanan di restoran, ibu harus ikut pesan,” papar Vera.

Vera juga memperhatikan, para ibu ‘jaman now’ kadang standarnya terlalu tinggi. Hal ini turut bisa memengaruhi standar kebahagiaan mereka.

“Trennya harus bisa mengerjakan semua sendiri, nggak pakai asisten rumah tangga atau urus anak sendiri. Tapi di belakang itu bisa ‘rontok’. Jadi jangan dipaksakan, kalau butuh bantuan ya bilang, jangan gengsi,” kata Vera, mengingatkan.

Jika tidak demikian, bukan tak mungkin anak yang akan terkena imbasnya. Misalnya para ibu bekerja yang seharian harus mengurus pekerjaan di luar rumah, ditambah berbagai pekerjaan di rumah juga sudah menanti, saat bertemu anak, justru anak melihat ibunya lesu karena kelelahan dan tak bersemangat lagi.

“Jangan gantungkan standar pada orang lain, sesuaikan dengan realita. Banyak hal yang bisa bikin kita bahagia, asal kita mau menerima dan bersyukur,” tambahnya. (AR)

----
Foto: Freepik