Sering Kesemutan Gejala Neuropati?

Sering Kesemutan Gejala Neuropati?

Pernah mengalami rasa nyeri di pergelangan tangan atau kaki? Atau  juga kesemutan dan kaku otot? Jika jawabannya  pernah, mungkin saja Anda  terserang penyakit neuropati.

Sayangnya, neuropati sebagai kondisi kerusakan saraf tepi sering tidak disadari sebagai  penyakit. Jika  dibiarkan, neuropati dapat memperburuk kualitas hidup seseorang karena dapat menganggu aktivitas sehari-hari.  Bila tidak diterapi dengan benar dapat berpotensi menimbulkan komplikasi lain.

"Semakin bertambahnya usia, fungsi saraf akan semakin menurun. Selain faktor usia, neuropati juga disebabkan oleh diabetes, proses pengobatan, trauma, infeksi, konsumsi alkohol, gangguan nutrisi, imunitas, dan akibat gangguan metabolik lain," ungkap dr. Manfaluthy Hakim, Sp.S(K), Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi PERDOSSI Pusat.

Neuropati ditandai oleh gejala seperti rasa nyeri, kesemutan, baal atau kebas, mati rasa, kaku otot, keram, hipersensitif, gangguan kontrol kandung kemih, kelemahan dan penyusutan otot.  

"Risiko semakin besar pada mereka yang berusia di atas 40 tahun, menderita diabetes atau berisiko menderita diabetes, ada riwayat neuropati pada keluarga, menderita penyakit pembuluh darah (jantung dan hipertensi), perokok berat, mengkonsumsi alkohol atau obat-obatan yang menyebabkan neuropati," jelasnya.

Pencegahan neuropati dapat dilakukan dengan menjalani gaya hidup sehat dan mengkonsumsi vitamin neurotropik, yakni B1, B6, dan B12. Selain itu, penting pula dilakukan pemeriksaan kondisi tubuh secara berkala sehingga gejala nueropati dapat diantisipasi sejak dini agar tidak menjadi parah.

Dari Studi Klinis NENOIN,  yaitu  Studi Klinis mengenai kesehatan saraf tepi yang pertama kali diadakan di Indonesia dan telah dipublikasikan di Asian Journal of Medical Sciences 2018, studi ini membuktikan kombinasi Vitamin Neurotropik secara rutin  dan berkala terbukti secara signifikan mengurangi gejala neuropati seperti  baal dan kebas (55,9 %), kesemutan (61,3 %), rasa terbakar (80,6%)  dan rasa sakit (64,7 %) .

“Konsumsi kombinasi Vitamin Neurotropik menunjukan hasil yang baik terhadap gejala neuropati. Bahkan mulai terlihat pada minggu kedua setelah pemakaian secara rutin. Di akhir studi (12 minggu) ditemukan juga bahwa kualitas hidup responden meningkat secara signifikan karena berkurangnya gejala neuropati yang diderita. Selain itu, efek samping dari konsumsi kombinasi vitamin neurotropik secara rutin dan berkala dalam jangka panjang relative kecil. Studi ini juga membuktikan bahwa konsumsi Vitamin Neurotropikselain mencegah,  juga bisa mengurangi gejala kerusakan saraf tepi yang dialami,” papar dr. Manfaluthi.
 
Sementara itu Prof Dr. Rima Obeid dari Saarland University Hospita, Jerman menambahkan kerusakan saraf tepi umum kerap terjadi pada pasien diabetes.
Penderita diabetes dapat kehilangan Vitamin B1 melalui urin dan pada pasien diabetes kronik yang diterapi dengan metformin (obat yang sering digunakan sebagai terapi pada pasien diabetes) dan pada pasien-pasien diabetes stadium lanjut dengan komplikasi, kadar Vitamin B12 menurun sehingga dibutuhkan asupan kombinasi Vitamin Neurotropik untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

“Mengonsumsi kombinasi Vitamin Neurotropik (kombinasi Vitamin B1, B6 dan B12) terbukti lebih efektif dibandingkan dengan mengonsumsi Vitamin Neurotropik tunggal. Vitamin Neurotropik tunggal adalah Vitamin B1, B6 atau B12 secara terpisah. Kombinasi Vitamin Neurotropik dapat mengurangi gejala kerusakan saraf tepi seperti rasa nyeri, mati rasa, kesemutan dan menurunnya sensasi.Dalam kondisi terjadinya inflamasi, penguraian Vitamin B6 meningkat sehingga mengurangi rasa nyeri,” tutupnya. (DM)

---
Foto: Istimewa

sehat, neuropati, kesemutan

Artikel Terkait

Comments