Berpeluang Besar, Para Wanita Jangan Takut Berbisnis Online

Berpeluang Besar, Para Wanita Jangan Takut Berbisnis Online

Selama ini pelaku usaha bisnis online memang masih didominasi laki-laki.  Padahal para wanita juga berpeluang besar dan memiliki kesempatan yang sama untuk berbisnis online.

Bukan hanya di bisnis online, di dunia bisnis secara umum pun pria lebih mendominasi. Meski ada beberapa nama wanita yang kita ketahui sukses berbisnis.  Mayang Puspita, Community Program Manager Bukalapak berpendapat, hal tersebut terjadi karena wanita cenderung ragu-ragu untuk mulai berbisnis.  Mayang menambahkan, dilihat dari jumlah pelapak atau penjual yang bergabung di Komunitas Bukalapak di 103 kota dan kabupaten, dengan anggota sekitar 4000 juga masih didominasi pelapak laki-laki. Karenanya, mereka roadshow ke kota-kota di Indonesia untuk mengajak dan meningkatkan keberanian para wanita bergabung sebagai pelapak.

 

Mayang Puspita, Community Program Manager Bukalapak

“Bukalapak ingin memberikan kesempatan untuk perempuan Indonesia mengeksplor yang ada di sekitarnya terutama dalam hal bisnis online karena masih ada perempuan yang takut untuk berbisnis dengan berbagai alasan seperti tidak memiliki modal atau tidak ada barang yang dijual. Padahal banyak keuntungan yang didapat jika berjualan di marketplace. Bukan hanya menambah kegiatan, mereka juga bisa menambah penghasilan,” jelas Mayang.

Untuk memfasilitasi para pelapak wanita, dibentuklah Komunitas Srikandi sebagai wadah untuk memfasilitasi pelapak wanita berkembang bersama Komunitas Bukalapak. Tidak hanya dalam hal jual-beli online, namun juga menambah ilmu dan wawasan sebagai seorang womenpreneur yang tentunya memiliki hambatan tersendiri.

Sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di Indonesia, Bukalapak percaya, digitalisasi membuka banyak peluang bagi pemberdayaan perempuan dan partisipasi perempuan dalam industri bisnis yang lebih setara. Melalui Komunitas Srikandi, ribuan perempuan di Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkarya dalam satu wadah.

Para peserta antusias bertanya kepada narasumber talkshow

Meskipun jumlahnya lebih sedikit dibanding pelapak pria, hal tersebut tidak menurunkan minat dan semangat para pelapak wanita untuk tetap aktif dan berbagi. Seperti pada 18 Agustus lalu, Komunitas Srikandi Bukalapak Bandung bersama-sama menghadapi salah satu tantangan yakni melawan rasa malu dan canggung saat kegiatan kopdar di komunitas masing-masing melalui kegiatan Talkshow Srikandi.

Untuk di Bandung, Mayang menjelaskan, jumlah anggota komunitasnya paling banyak di antara kota-kota lain. Mereka juga datang dari berbagai macam latar belakang dan range usia yang luas. Bisnis yang mereka jalani pun bermacam-macam, mulai dari makanan, gadget sampai fesyen. Hari itu mereka mengikuti talk show dan beauty class yang dihadiri Eva Sri Rahayu (penulis buku) dan Dhidi Azalia (Beauty Enthusiast). Eva berbagi tip seputar passion di dunia menulis.

“Kita akan tahu kalau kita sudah mulai nulis, contohnya menulis tentang fesyen. Coba lihat dari cari data untuk tulisan, kalau sudah ngeluh itu ada yang salah, berarti bukan passion kita. Dari riset aja kita sudah tahu, nah kalau menikmati berarti itu passion kita.

Jadi melihatnya bisa dari hati dan feeling, baru itu di sana tempat kita. Bisa pelan-pelan mencarinya,” kata Eva Sri Rahayu.

Tetap Tampil Prima

Pemahaman terhadap kecantikan dan tampil prima untuk menunjang kesuksesan di setiap kesempatan menjadi salah satu kebutuhan perempuan. Melalui acara hari itu, mereka juga mendapat berbagai materi informatif seputar dunia kecantikan dan bisnis. Mulai dari efektivitas jalur distribusi dalam dunia bisnis online, kiat-kiat mengelola keuangan sampai dan kelas kecantikan.

 

Suasana beauty class

Sekitar 100 wanita hadir dan tidak hanya diramaikan pelapak wanita tapi juga komunitas lain di Bandung seperti Komunitas Forum Lingkar Pena, Komunitas Baca dan Geulis Community. Dari kegiatan hari itu diharapkan bisa menjadi wadah silaturahmi antar anggota, menambah percaya diri serta pengetahuan pelapak perempuan mengenai perkembangan dunia fesyen dan kecantikan. Dengan begitu, pelapak perempuan tidak hanya cermat mengatur keuangan dan usaha online-nya tapi juga bisa selalu tampil prima di tengah kesibukan.       

Meski sibuk mengurus keluarga dan bisnis online, menurut Mayang, perempuan harus tetap bisa memperhatikan dirinya agar selalu tampil prima.

“Kegiatan ini diselenggarakan untuk membantu para pelapak perempuan di Bandung agar lebih mengerti kebutuhan fashion dan beauty yang sesuai karakter dan aktivitasnya sehari-hari. Komunitas Srikandi Bukalapak ingin mengajak para anggotanya untuk dapat semakin berkembang dan menjadi womenpreneur handal yang dapat menginspirasi,” pungkas Mayang. (AR)

 

 

Foto: Dok. Bukalapak