Menjadi Wanita Modern yang Menawan Hati

Menjadi Wanita Modern yang Menawan Hati

Sebagai wanita sebenarnya kita memiliki banyak kualitas diri terpendam yang tidak disadari diri sendiri dan juga oleh pria. Demi kepentingan sosial yang dijalani wanita, kadang kualitas diri tersebut cenderung dipendam atau ditahan agar tidak berbenturan dengan lingkungan sekitar.

Mungkin kita pernah mendengar jika seorang wanita tidak boleh berdandan cantik karena bisa memancing pria untuk menggoda. Ada pula yang mengatakan wanita tidak perlu sekolah tinggi karena tetap saja akan berakhir mengurus anak dan suami serta sibuk dengan urusan rumah tangga dan lainnya. Hal itu yang membuat wanita akhirnya terbiasa dengan tekanan-tekanan tersebut dan tanpa sadar mereka menciptakan batasannya sendiri. Hasilnya, banyak wanita yang kesulitan menggapai cita-cita sekaligus mendapatkan pasangan idaman.

Fenomena itu disikapi Kelascinta.com yang merupakan satu-satunya pusat edukasi dan fasilitasi relasi cinta di Indonesia, dengan mengadakan acara Lovable Lady Studio pada 4 Agustus lalu di Jakarta dan menghadirkan berbagai solusi untuk para wanita yang ingin mendapatkan pasangan idaman dengan cara memaksimalkan potensi yang dimiliki. Lovable Lady Studio merupakan kelas pelatihan khusus bagi wanita yang ingin mengasah kepribadian, meningkatkan kemampuan, melipatgandakan daya tarik, sekaligus menjawab misteri dunia pria dalam hubungan cinta. Dihadiri 60 peserta, acara hari itu mengangkat tema “Bagaimana Menjadi Wanita Modern yang Menawan Hati”. 

Acara hari itu dibimbing tiga pembicara berpengalaman yaitu Jet Veetlev, Lex dePraxis, dan Kei Savourie. Mereka merupakan pionir relationship coaching di Indonesia juga bersama-sama menulis buku The Loveable Lady Formula. Berbagai topik menarik dibahas dalam sesi pelatihan ini. Seperti Jet Veetlev dengan berani membahas tentang romance is a game. Menurut Jet, romansa itu seperti permainan. Ada cara dan aturan yang harus diikuti agar romansa bisa berjalan semestinya.

Konsep ini mungkin cukup bertentangan dengan konsep romansa yang ada di sekeliling kita. Pasalnya, selama ini wanita dibelenggu konsep cinta dan romansa itu selalu terkait dengan keseriusan, tanggung jawab, ketulusan, pengorbanan, dan lain sebagainya.

“Karena memandang romansa sebagai sesuatu yang sangat serius, akhirnya wanita terperangkap dalam beban dan kesulitan dibandingkan menikmati kegembiraan. Ia menjadi tidak bahagia,” kata Jet.

Di kelas pelatihan tersebut, Jet juga mengajarkan teknik berkomunikasi yang tepat. Khususnya, cara mengomunikasikan keinginan wanita kepada pria dengan jelas dan tanpa kode.

Berdayakan Potensi

Pembicara kedua, Lex dePraxis memaparkan cara wanita dapat meningkatkan daya tariknya. Menurutnya, seorang lovable lady adalah wanita yang memiliki kekuatan memikat, menarik di mata pria, dan dikagumi sesama wanita. Ada enam kualitas yang wajib dipelajari agar wanita mendapatkan pria idaman dan mengikatnya seumur hidup yang sebenarnya sudah dimiliki setiap wanita, tapi mungkin belum digali dan dilatih secara maksimal.

Hal menarik lain yang dibahas, seputar cara wanita menghadapi konflik dalam hubungan dan memoles sifat keibuan yang dimilikinya. Lex mengatakan, wanita memiliki sifat-sifat keibuan seperti mengasihi, lembut, dan mengalah yang menjadi kekuatan utamanya.

Sifat-sifat itu sangat penting diasah karena salah satu kekuatan utama wanita. Pria boleh saja terlihat kasar dan kuat, tapi dia sebenarnya mudah tersentuh kelemahlembutan wanita.

“Meskipun sifat ini juga dimiliki semua wanita, masih banyak wanita modern yang tidak mau melakukannya karena merasa semua itu sebagai tanda kelemahan. Padahal kelemahlembutan justru jadi daya tarik wanita karena hanya wanita pihak yang paling leluasa dan alamiah menggunakannya,” jelas Lex.

Melalui kelas ini, Lovable Lady Studio ingin mengajak para wanita memiliki support system sehingga mereka bisa memberdayakan potensinya. Selama ini lingkungan keluarga dan pertemanan di kalangan wanita justru menjadi bumerang bagi kemajuan wanita itu sendiri. Misalnya ketika wanita hendak mengungkapkan perasaannya kepada pria justru dilarang teman atau keluarganya agar tidak terkesan murahan.

Kelas ini juga mendorong perempuan memiliki hubungan seimbang dengan pria, misalnya urusan keuangan. Sudah menjadi hal umum di Indonesia ketika seorang wanita selalu ditraktir pria atau mendapat dukungan keuangan dari pria meski masih dalam tahapan kencan.

“Hal ini tentu akan memberatkan si pria dan dia malah akan diam-diam kabur karena merasa keberatan dan tekor,” kata Lex dePraxis.

Menurut Lex, wanita sebenarnya bisa punya peran dalam hal ini, ia bisa ikut berkontribusi dalam hal keuangan agar hubungan sama-sama membahagiakan dan tidak saling membebani.

“Zaman sekarang mencari uang itu sulit. Jangan sampai karena kesalahan mindset seperti ini justru membuat orang jadi enggan punya relationship,” ungkap Jet. (AR)

 

 

Foto: Dok. Pribadi