Style Icon

DINI IRA PRATIWI: Terinspirasi Berbagai Budaya

DINI IRA PRATIWI: Terinspirasi Berbagai Budaya

Elemen budaya seringkali dijadikan salah satu konsep ataupun inspirasi untuk rancangan busana. Salah satu desainer yang memilih konsisten terhadap hal ini adalah Dini Ira Pratiwi. Menjadi salah satu partisipan di RISING Fashion oleh BEKRAF dan akan tampil di Singapura, ia menceritakan secara ekslusif persiapannya pada WI.

Seperti apa sih gaya busana yang diminati pasar Singapura?

Gaya simple masih sangat digemari. Tapi, Singapura sendiri adalah kota besar yang penduduknya datang dari banyak negara lain. Jadi, ada beberapa busana yang disesuaikan dengan pasar Asia yang menyukai detail dan bergaya sedikit mewah. Calon buyer di sana pun bisa punya banyak pilihan. Next time, kalau ke Singapura lagi sudah tahu gaya seperti apa yang mereka minati.

Kesan ketika presentasi di depan tim kurasi fashion BEKRAF?

Tegang. Saya tidak tahu ada berapa pendaftar dan prosesnya dadakan banget. Saya bawa beberapa karya DINIIRA lalu presentasi bersama dengan desainer lainnya dalam satu ruangan. Jadinya ramai-ramai, hahaha. Tidak hanya sekadar presentasi karya, tapi juga ditanya tentang kekuatan brand serta kualitas. Tidak bisa sembarangan karena kita semua yang terpilih akan mewakili Indonesia.

DINIIRA adalah label fesyen yang fokus pada desain ready to wear, alasannya?

Berawal dari custom, banyak teman-teman saya yang menyarankan untuk coba rambah ready to wear. Lalu saya pun beranikan diri untuk membangun label DINIIRA. Meskipun berat pada tahun-tahun pertama, proses pencarian jati diri pun berujung manis, ya. Katanya sih, kalau sudah produksi RTW jadi lebih santai. Padahal tidak! Karena jaman semakin global, malah permintaan rasanya tidak ada habis-habisnya.

Lalu, alasan merambah modestwear?

Sebenarnya, rancangan saya baru-baru ini terfokus di modestwear. Setiap karya saya pasti saya pakai sendiri, nah banyak teman yang melihat dan suka, minta dibuatkan juga. Kebanyakan dari mereka sudah berhijab. Jadinya, tercetus begitu saja! Memang bajunya sendiri juga sudah tertutup dan sopan sih, potongannya loose dan nyaman untuk para hijabers.

Koleksi terbaru DINIIRA?

Koleksi terbaru terinspirasi dari negara Skotlandia. Koleksi DINIIRA biasanya didominasi warna monokrom, tapi kali ini kami tampil beda dengan warna shocking pink. Ada pengaruh gaya busana putri-putri kerajaan tapi dikemas dengan gaya yang modern. Kali ini jauh lebih sederhana, lebih menonjolkan cutting¬-nya dibandingkan koleksi biasanya yang selalu ada aksen payet. Koleksi ini juga bermain dengan bahan sequin agar kesan mewahnya lebih terasa.

Ciri khas label DINIIRA?

Setiap koleksi DINIIRA selalu terinspirasi dari kebudayaan berbagai negara. Untuk Spring/Summer biasanya kebudayaan lokal yang diangkat. Tidak bermain kain Nusantara, tapi lebih ke motif dan styling gayanya. Semua dikemas dengan gaya yang modern.

Pesan untuk para desainer muda?

Identitas brand harus kuat. Jaman sekarang jadi desainer rasanya mudah sekali. Tinggal tampilkan model baju yang lagi in, bisa melejit. Tinggal jual di Instagram. Pada akhirnya, klien pun memilih label mana yang paling mewakili gaya personalnya. Sebagai desainer, kita harus menjaga kualitas rancangan kita.

---
Teks dan Foto: Mreizghi Alvio Linchia