Prof. Dr. Ir. Hj. Darmayanti Lubis: Membangun Kebijakan untuk Perempuan dan Anak

Prof. Dr. Ir. Hj. Darmayanti Lubis: Membangun Kebijakan untuk Perempuan dan Anak

Satu lagi sosok perempuan hebat negeri ini yang mendapat tempat dalam menjalankan fungsinya di Parlemen RI. Prof Dr Ir Hj Darmayanti Lubis, atau lebih akrab dipanggil Ibu Darmayanti, adalah wakil ketua DPD RI. Jabatan penting ini disandangnya sejak 4 April 2017.

Meski latar belakang pendidikan di bidang teknik dan sebelumnya tidak memiliki pengalaman di bidang politik, Darmayanti berani mengambil tantangan baru dalam perjalanan kariernya. Dijumpai di ruang kerjanya, di gedung DPD RI, lulusan Teknik Fisika ITB ini bercerita, dahulu apa yang dilakukannya jauh dari dunia politik.

Setelah menyelesaikan pendidikan S1-nya, wanita kelahiran Binjai 6 Mei 1951 ini dipinang. Setelah menikah, ia tak berhenti belajar. Bahkan ketika hamil anak ketiga, ia memutuskan mendampingi sang suami yang harus meneruskan pendidikan S3 di luar negeri. Di University of Leeds London, mereka sama-sama menimba ilmu.


Kembali Mengabdi untuk Negeri

Sepulangnya ke Tanah Air, Darmayanti bekerja di sebuah lembaga penelitian. Hingga ia diangkat menjadi Ketua Pusat Studi Wanita Universitas Sumatera Utara (USU) yang kala itu baru dibuka.

"Saat itu belum banyak wanita bergelar doktor. Rektor menunjuk saya karena saya profesor wanita pertama di USU," tambahnya.

Lembaga tersebut bergerak di bidang sosial yang membuatnya semakin sering mengunjungi daerah terpencil. Di sanalah ia melihat, banyak anak perempuan tidak sekolah yang berujung pada masalah kesehatan dan kesejahteraan yang rendah. Hal itu membuatnya tertarik untuk menuangkan dalam bentuk tulisan-tulisan bertema sosial.


Mengikuti Kata Hati


Darmayanti yang saat itu masih menjadi dosen, bagai bergerak di dua arah, teknik dan sosial. Meski pengabdiannya di masyarakat terus berjalan, ia mencoba tantangan baru dengan mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI periode 2009-2014.

"Ketika itu, saya dihadapkan pada pilihan sulit. Mundur dari PNS atau coba dunia yang baru di lembaga legislatif?" ungkap wanita yang pernah menjabat Ketua Kaukus Perempuan Sumatera Utara ini.

Setelah mempertimbangkan, ia mantap menghadapi tantangan baru. Awalnya terasa berat, namun ia selalu mengiringi setiap usahanya dengan doa.

Mampu menyelesaikan tugas-tugasnya sebagai anggota DPD RI di periode pertama, Darmayanti kembali terpilih periode kedua, 2014-2019, dan menjawab Wakil Ketua DPD RI sejak April 2017. Dengan adanya wakil perempuan di kepemimpinan DPD, ia berharap bisa meajukan perempuan Indonesia.

"Kami di DPD RI bertugas membuat undang-undang, melakukan fungsi pengawasan atas pelaksanaan undang-undang, memberikan pandangan dan pendapat terhadap RUU, termasuk memberikan pertimbangan terkait anggaran," jelasnya.

Dari sanalah, berbagai undang-undang serta kebijakan dikaji dan dirumuskan agar berperspektif gender. Kiptrah politik anggota perempuan di parlemen pun terwadahi dalam forum Kaukus Parlemen Perempuan Republik Indonesia (KPP-RI), sebuah wadah komunikasi antar perempuan di parlemen nasional, provinsi dan Kabupaten/Kota yang berperan dalam upaya penguatan kapasitas perempuan parlemen secara bersama, membangun sinergi lahirnya kebijakan yang berpihak pada perempuan dan anak.

"Dan saya tergabung di dalamnya," pungkasnya.

Siapa yang akan memperjuangkan nasib para perempuan dan anak di Indonesia kalau bukan perempuan sendiri, dan salah satunya adalah Darmayanti Lubis.

Pesan untuk Para Wanita

Dukungan dari keluarga dirasakannya turut berperan penting dalam setiap keputusan yang diambil Darmayanti. Tak heran jika ia masih terus berkarya hingga kini.

Masih semangat di usia yang tidak muda lagi, menurutnya yang pertama harus diingat para wanita adalah menjaga kesehatan. Agar ingatannya tetap kuat, Darmayanti juga rajin membaca.

Sebagai wanita, apapun pekerjaannya, menurut Darmayanti penting untuk peduli dengan lingkungan dan tetap awas dengan yang terjadi di sekitar demi melindungi anak cucu generasi penerus bangsa.

"Jadi perepuan jangan pernah berhenti berkarya. Tidak mesti jadi anggota DPD atuau masuk ke ranah politik, yang penting tingkatkan pengetahuan dan Iptek. Kaum perempuan harus terus tingkatkan kapasitas. Terlebih dalam hal mendidik anak, diperlukan kecakapan mengikuti pola pendidikan sesuai zamannya. Amat sulit jika kita masih menggunakan pola asuh era kita tapi diterapkan saat ini. Misal, kalau tidak pandai pakai handphone atau tahu informasi seputar gadget, maka kita tidak tahu apa yang dilihat anak atau cucunya di gadget," ujar Darmayanti di akhir perbincangan dengan WI. (AR)

----
Foto: Dok. Pribadi dan DPD RI

profil, wanita inspiratif, dpd ri

Artikel Terkait

Comments