Waspadai Anxiety Attack

Waspadai Anxiety Attack

Dalam suatu kondisi tertekan, sering kali kita tak mampu mengontrol diri. Keringat dingin mengucur, dada berdebar dan gemetaran saat berhadapan dengan orang baru atau ketika akan berbicara di depan orang banyak. Pernahkah Anda mengalami hal ini dan apakah bedanya dengan perasaan grogi biasa? Yuk kenali tanda-tanda tandanya.

Anxiety Attack atau gangguan kecemasan  menjadi salah satu penyakit mental paling sering dialami oleh banyak orang. Bahkan menurut dr. Henny E. Wirawan M. Hum. (MWS), Psychologist, Psychotherapist, CGA, CGI, FGI, QIA, CRMP gangguan mental ini kini sedang marak dialami oleh banyak orang.

"Untuk saat ini anxiety attack dan depresi sering sekali dialami banyak orang," ungkapnya di kawasan Grand Indonesia.

Dr. Henny mengungkapkan anxiety attack adalah kondisi di mana seseorang tak mampu mengontrol diri dan pikirannya. Penyebabnya bermacam-macam. Bisa jadi masalah di rumah atau keluarga dan tempat kerja, tergantung keadaan kehidupan si penderita. Gejalanya adalah tiba-tiba terjadi kecemasan yang tidak bisa dikontrol dan juga mengeluarkan keringat dingin.

Meski demikian, menurut dr. Henny sebenarnya anxiety attack itu juga bisa disebabkan oleh riwayat atau trauma sebelumnya.

"Kecemasan memang datang secara tiba-tiba. Anxiety yang membuat cemas ini disebabkan oleh riwayatnya yang terdahulu," tuturnya.

Kumpulan dari kecemasan-kecemasan ini, kata dr. Henny jadi menumpuk sehingga menyebabkan seseorang mengidap anxiety attack.

"Banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya mengidap anxiety attack lalu mereka berpikir mereka bisa mengatasinya sendiri," imbuh dr. Henny.

Padahal, jika anxiety attack dibiarkan terus menerus akan semakin parah, termasuk penyembuhannya yang akan memakan waktu dan biaya yang tinggi. Dr. Henny juga menambahkan seseorang mengalami anxiety attack karena dalam riwayat hidupnya ia pernah dipermalukan, disingkirkan, dihina bahkan disisihkan. Pengalaman-pengalaman tak mengenakkan itu secara tak sadar mereka simpan dalam bawah sadar terus menerus.

"Jadi anxiety attack itu nggak hanya sekali dua kali mengalami kecemasan, tapi secara terus menerus," ungkapnya.

Adapun untuk mengobati anxiety attack itu memang harus dilakukan treatment khusus. Bagi sebagian orang, kata dr. Henny, mereka datang ke psikolog bila sudah mengalami anxiety attack yang cukup serius. Padahal harusnya bila ada tanda anxiety attack maka segera dilakukan perawatan yang lebih dini.

"Kebanyakan orang datang ke psikolog bila sudah parah. Padahal semakin parah semakin sulit juga mengobatinya, biayanya juga semakin mahal kan," jelasnya.

Anxiety attack berbeda kondisi dengan depresi walalupun gejala depresi bisa saja mengiringi kondisi tersebut.

"Baik itu panic attack, generalized anxiety (kepanikan umum), compulsive disorder (OCD), gangguan kecemasan yang dihasilkan karena memiliki obsesi yang tinggi (obsessive) juga kecemasan yang terjadi tanpa alasan yang jelas. Itu semua payungnya di anxiety disorder," ujarnya. (DN)

---
Foto: Istimewa

sehat, anxiety attack

Artikel Terkait

Comments