Pop Art Retro Carnival : Charity untuk Sumba

Pop Art Retro Carnival : Charity untuk Sumba

Tak seperti biasanya, dentuman musik dan cahaya gemerlap menyinari Tribeca Central Park malam itu. Semakin malam semakin gemerlap dan ramai. Ratusan pengunjung berdesakan menghabiskan malam dalam Pop Art Retro Carnival, Sabtu, 22 September lalu.

Sesekali mereka meneriakkan nama “Yuki! Yuki!” ketika Yuki Kato melenggang di atas panggung. “Senang sekali malam ini saya bisa menyumbangkan rasa kepedulian saya ke sekolah di Sumba. Di sana sangat berbeda karena pendidikan mereka belum layak. Saya sempat melihat foto-foto keadaan sekolah di sana juga,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Yuki akan melukis boneka Kooka yang nantinya boneka akan dilelang. Hasil lelang dari karya Yuki Kato ini akan disumbangkan untuk pembangunan sekolah di Sumba melalui yayasan Happy Heart Indonesia. “Aku menamainya (boneka yang ia lukis) Senja Sumba,” tutur pemeran dalam sinetron Monyet Cantik ini.

Sementara itu antusias penonton semakin luar biasa dan puncaknya ketika salah satu penyanyi Indonesia yaitu Rio Febrian menyanyikan lagu yang spesial dipersembahkan bagi pendidikan di Sumba. “Pendidikan di Indonesia masih belum merata ya. Masih banyak kesenjangan, terutama di Sumba. Sangat prihatin,” ungkapnya.

Rio Febrian juga menyanyikan lagu yang sangat ditunggu-tunggu penontonnya, yakni Jenuh. Sambil disambut meriah, mereka ikut menyanyikan lirik lagu sendu itu sembari merekam Rio Febrian. Salah satu penonton bahkan rela datang jauh-jauh dari Tangerang demi menonton pertunjukan Yuki Kato dan Rio Febrian.

“Saya dari Tangerang. Kesempatan juga ini kan malam Minggu. Saya kira acara pertunjukan biasa, ternyata ada acara sosialnya untuk pendidikan di Sumba. Ikut senang sih,” ujar Sari, salah satu penonton.

Selain, pertunjukan panggung terbuka, bazaar dengan 50 stan juga ikut meramaikan area Tribeca Central park. Jenis stan sangat beragam dan menarik, mulai dari stan fesyen hingga produk kecantikan. Acara yang dilengkapi bazaar seperti ini memang strategi yang jitu untuk menjembatani pengusaha kecil dengan pembeli. Selain menguntungkan, acara ini juga menginspirasi pengusaha untuk lebih kreatif dalam menciptakan produk.

Selain beragam stan fesyen, stan yang menawarkan produk kecantikan seperti Gina Beauty by Sarah Ahmad juga sangat diminati. Stan yang menyediakan alat-alat make up tersebut diserbu pengunjung, terlebih saat itu malam Minggu.

Acara Pop Art Retro Carnival merupakan salah satu acara dari serangkaian kepedulian Central Park dan Neo Soho Mall yang disalurkan melalui Project Kooka dan Inbek Events. Acara yang digelar dari Rabu (19/9) hingga Sabtu (22/9) tersebut juga turut mengajak beberapa selebriti dan influencer dalam program Share Our Heart For A Better Future untuk mengumpulkan total donasi sebesar Rp 200.000.000 selama 6 bulan. Adapun uang tersebut akan disumbangkan untuk pembangunan sekolah di Sumba melalui yayasan Happy Hearts Indonesia.

“Dengan berkolaborasi dengan Inbek Events, Project Kooka dan Happy Hearts Indonesia, Central Park dan Neo Soho Mall bertekad untuk membantu kekurangan fasilitas pendidikan di Sumba, mengingat NTT merupakan salah satu daerah ke-3 termiskin di Indonesia dimana fasilitas belajar mengajarnya masih sangat kurang memadai,” ucap Silviyanti Dwi Aryati selaku Senior Marketing Communication Manager Central Park dan Neo Soho Mall.

Tak hanya menggalang dana untuk pembangunan sekolah di Sumba, dalam acara tersebut juga menyuguhkan hiburan yang menarik dari beberapa artis. Seperti Indra Bekti, Rizky Febian, Rio Febian, Yuki Kato dan hiburan stand up comedy dari Pandji Pragiwaksono.

Closing Yang Memukau!

Penutupan acara Pop Art  Retro Carnival dihadiri oleh tiga artis papan atas, Shireen Sungkar, Rizky Febian dan juga pendatang baru Arnold Leonard. Penonton yang sejak siang sudah berkumpul di Tribeca park pada minggu (23/9) terlihat tak sabar untuk bertemu dengan idola mereka.

Acara yang juga berlatar belakang charity untuk Sumba, mendorong ketiga seleb ini untuk berpatisipasi dalam acara Pop Art Retro Carnival. Shireen Sungkar mengungkapkan perasaanya bahwa ia sangat senang dapat berpatisipasi dalam membantu pendidikan di Indonesia, terutama di Sumba.

“Menurut saya Pop Art Retro Carnival ini bagus dan positif sekali acaranya. Saya senang bisa menjadi bagian acara ini dan membantu adik-adik di Sumba” ungkapnya.

Minimnya pendidikan di Sumba membuat Sumba perlahan akan kehilangan generasi muda berikutnya. Siklus ini berulang seperti lingkaran dan mengakibatkan Sumba mendapat predikat salah satu daerah termiskin di Indonesia dari tahun ke tahun. Hal inilah yang mendorong banyak para seleb ikut berpastisipasi. Setiap selebriti yang telah mendonasikan untuk Sumba diberikan kalung medali sebagai tanda telah berpartisipasi.  

Arnold Leonard pada malam penutupan, menghibur dengan membawakan beberapa lagu secara akustik. Tak lupa ia menyampaikan alasannya mengapa tertarik untuk menjadi bagian acara ini, “Pop Art Retro Carnival ini acara yang menurut saya beda dari yang lain. Disini kita dapat membantu teman-teman yang kurang beruntung untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” ujar pria yang juga sedang merilis bukunya itu.

Pada malam harinya, acara di tutup oleh penampilan apik dari Rizky Febian yang membuat semua penonton kompak bernyanyi dengan lagu-lagu mellow yang ia bawakan. Berhiaskan gemerlap lampu dan juga alunan suara yang lembut, Rizky membius para penonton malam itu. Pria yang akrab di sapa Iki ini juga turut mengomentari acara Pop Art Retro Carnival ini

“Acaranya keren banget. Pop Art Retro Carnival selain sebagai hiburan tapi juga ada program charity yang mengajarkan kita untuk lebih perduli terhadap sesama” ujarnya.(DN)

---
Foto: Dok. Central Park Jakarta

event, winbek, pop art retro, carnival, market event

Artikel Terkait

Comments