Cermati Perubahan Pada Payudara

Cermati Perubahan Pada Payudara

Anda bisa melakukan periksa rutin sendiri di rumah, seperti pada artikel ini. Namun ada kondisi yang perlu dicermati seperti adanya benjolan keras pada payudara atau sekitar ketiak.  
    
“Biasanya tidak bergejala dan menimbulkan rasa sakit, jadi tiba-tiba timbul benjolan,” kata dr. Rachmawati.

Selanjutnya, perubahan ukuran atau bentuk payudara seperti pembengkakan, adanya lekukan pada kulit payudara. Perhatikan pula jika ada perubahan pada permukaan payudara misalnya kulit yang mengeras, kulit mengelupas, warnanya kemerahan atau seperti kulit jeruk.
    
“Perubahan pada puting, seperti tertarik ke dalam atau keluar cairan dari puting. Kalau yang tanda-tanda kanker, keluar darah secara spontan tidak dipencet, empat minggu berturut-turut,” jelas dr. Rachmawati.

dr. Rachmawati menyarankan bagi mereka yang berisiko tinggi terkena penyakit ini, dianjurkan setiap dua tahun sekali sejak memasuki usia 20 tahun melakukan pemeriksaan payudara klinis oleh tenaga medis terlatih seperti bidan, dokter umum, dokter spesialis.

Beberapa faktor risiko itu di antaranya seperti usia karena umumnya terjadi pada wanita di atas usia 50 tahun, faktor genetik jika ada anggota keluarga yang pernah mengalami penyakit serupa dan kotrasepsi oral jika menggunakannya dalam jangka waktu lama. Ada pula faktor menstruasi dini untuk wanita yang mengalaminya di bawah usia 12 tahun dan untuk wanita yang memiliki riwayat tumor jinak pada payudara juga lebih berisiko mengalami kanker payudara.

Dr. Rachmawati menjelaskan, rata-rata pasien datang saat stadium kanker sudah lanjut. Karenanya sebelum terjadi tentu lebih baik kita mencegahnya. Berikut ini tiga cara yang bisa kita lakukan.

Mempertahankan Berat Badan Ideal
Berat badan yang berlebih atau obesitas meningkatkan risiko seseorang terkena berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara. Jaringan lemak meningkatkan produksi estrogen, jika berlebihan sering dikaitkan sebagai pemicu kanker payudara. Selain itu, kita juga harus membatasi asupan makanan dan minuman berkalori tinggi.

Aktif Berolahraga
Penting untuk kita menjadwalkan waktu berolahraga cukup lima kali dalam seminggu, masing-masing 30 menit melakukan olahraga intensitas sedang hingga tinggi. Sedangkan untuk anak dan remaja, bisa melakukan olahraga intensitas tinggi selama satu jam, tiga kali dalam seminggu.

Konsumsi Makanan Sehat
Perbanyak konsumsi sayur dan buah, kurangi konsumsi daging merah dan daging olahan. Selain itu, pilih makanan yang menggunakan biji-biji serealia utuh seperti gandum, jagung dan quinoa yang banyak kandungan gizinya. Tak kalah penting, hindari minuman beralkohol. (AR)

---
Foto: Istimewa

 

breast cancer, kanker, kanker payudara, sadari

Artikel Terkait

Comments