Tetap Bugar Setelah Melahirkan

Tetap Bugar Setelah Melahirkan

Berbagai kondisi setelah melahirkan dialami para ibu, mulai dari perubahan fisik sampai psikologis. Tak jarang perubahan-perubahan tersebut membuat stres dan berdampak pula dalam mengurus anak.

Penelitian yang dilakukan University of Chicago menunjukkan, 75 persen wanita di seluruh dunia cenderung menjadi lebih gemuk setelah melahirkan, terutama yang baru pertama kali melahirkan. Perubahan fisik tersebut juga diikuti perubahan psikologis misalnya perasaan tidak percaya diri atau kondisi fisik yang mungkin tak lekas kembali seperti kondisi sebelum hamil.

“Para ibu kaget dengan perubahan-perubahan itu, apalagi yang baru melahirkan anak pertama. Kaget harus begadang, ASI tersendat, saat menyusui anak malam hari suami justru tertidur. Kadang itu bikin kesal dan perubahan itu membuat stres,” jelas Psikolog Klinis, Liza M Djaprie.

Tak hanya itu, lanjut Liza, perubahan hormon dan perubahan bentuk tubuh juga jadi hal sensitif jika dibicarakan. Ditambah dengan adanya media sosial saat ini, dalam kasus perubahan fisik setelah melahirkan, tanpa disadari kita sering membandingkan diri kita dengan orang lain.

Dari penelitian yang ia lakukan di Yogyakarta tahun lalu, ditemukan 1 dari 10 wanita yang baru melahirkan mengalami depresi pasca melahirkan atau post partum depression. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menghadapi berbagai perubahan setelah melahirkan itu dikatakan Liza dengan berolahraga. Secara psikologis, olahraga bisa membuat kita bahagia karena merangsang pengeluaran dopamin.

“Olahraga juga menurunkan tingkat stres, menambah energi semangat, meningkatkan kepercayaan diri, melepaskan kecemasan serta mengurangi sulit tidur,” jelas Liza dijumpai dalam kampanye ‘Get Fit with Stroller’ yang diinisiasi Mothercare untuk mengajak para ibu membiasakan hidup sehat setelah melahirkan.

Jika percaya diri, sambungnya, kita merasa punya kemampuan melakukan segala hal. Dengan berolahraga, tubuh akan lebih fit, kita akan merasa bisa menghadapi apapun. Sehingga terhindar dari masalah yang biasanya dihadapi para ibu setelah melahirkan seperti baby blues, serangan panik atau depresi karena segalanya dilakukan dengan enjoy.

“Sebenarnya berolahraga bukan hanya untuk yang baru melahirkan ya, kita pun semestinya rutin berolahraga. Untuk ibu yang baru melahirkan karena hormonnya sedang tidak karuan, tubuh bagian bawah juga lemas, dengan berolahraga akan makin terlatih, ketika feel good, mengurus anak juga lebih happy,” papar Liza.    

Tantangan untuk berolahraga itu berasal dari dalam diri sendiri dan juga dari luar. Keterbatasan waktu biasanya menjadi alasan untuk tidak berolahraga.

“Harus dibikin waktunya, ‘dipaksa’. Kalau alasannya jarak rumah jauh, kan bisa lihat tutorial videonya. Kadang kita sendiri yang ribet, sudah pikirkan satu bulan ke depan nanti bagaimana? Selama urusan anak baik-baik saja, ‘paksa’ untuk mulai berolahraga. Dari yang tadinya mungkin karena paksaan, setelah 30 hari rutin dilakukan biasanya akan jadi kebiasaan,” pungkas Liza.    

Menggunakan Stroller
Untuk mengatasi kesibukan mengurus anak, para ibu tetap bisa berolahraga, bahkan bersama anak. Misalnya dengan menggunakan stroller atau kereta dorong. Prenatal dan post natal certified trainer serta pendiri Fit Mum & Bub, Adianti Reksoprodjo yang turut hadir di acara hari itu berbagi tutorial gerakan kardio yang bisa dipraktikkan para ibu yang baru  melahirkan bersama anak sambil menggunakan kereta dorong.

Namun, sebelum mulai berolahraga, Adianti mengingatkan ada hal-hal yang harus diperhatikan. Misalnya untuk yang melahirkan normal tunggu 40 hari dan minimal tiga bulan untuk yang melalui proses c section, itu pun setelah mendapat lampu hijau dari dokter.

Kereta dorong yang digunakan sebenarnya bisa berbagai model. Hanya saja, Adianti menyarankan menggunakan kereta dorong yang rodanya besar karena lebih aman jika olahraga dilakukan di luar ruangan.

“Kalau punya yang rodanya kecil, juga bisa namun lebih aman digunakan di dalam ruangan,” imbuh wanita yang disapa Anti ini.  

Selanjutnya, pastikan tali pengaman kereta dorong terpasang di tubuh anak dan kunci roda bagian depan saat melakukan gerakan-gerakan seperti squat dan lunges. Jika berolahraga di luar ruangan, ibu dan bayi sebaiknya menggunakan sunscreen.

“Olahraganya ketika anak tidak rewel. Waktunya antara pagi, sebelum makan siang dan anak sudah disusui biar sama-sama tenang saat olahraga,” kata Anti. (AR)

---
Foto: Istimewa

 

ibu anak, hamil, melahirkan, bugar

Artikel Terkait

Comments