Laninka Siamiyono: Beauty Vlogger Difabel yang Menyerukan Kampanye Hebat!

Laninka Siamiyono: Beauty Vlogger Difabel yang Menyerukan Kampanye Hebat!

Make up sering dianggap benda ajaib yang secara kilat membuat penampilan seorang wanita semakin cantik. Bagi Laninka Siamiyono, salah seorang difabel penderita tuna daksa, makeup memiliki arti lebih dalam. "Makeup adalah my therapy," ungkapnya.

Divonis menderita penyakit Rheumatoid arthritis atau peradangan kronis pada sendi yang menyebabkan sendi bengkak dan kaku, Laninka sempat mengalami keterpurukan. Bagaimana tidak, Laninka kecil tumbuh aktif dan ceria seperti teman- teman sebayanya. Kejanggalan bermula ketika ia jatuh sakit di usianya yang ke-13.

Awalnya, kulit tubuh Laninka mengalami biduran dan gatal. Saat itu dokter mendiagnosis dirinya terjangkit typhus.

Namun ternyata, setelah dinyatakan sembuh, persendian Laninka mulai terasa nyeri. Hingga akhirnya diagnosis terakhir menyatakan Laninka terserang Rheumatoid ararthritis.

Perasaan tak menentu dan kesedihan melingkupi hidup wanita yang kini berusia 27 tahun ini. Pasalnya penyakit itu menyebabkan rasa nyeri, kaku dan bengkak pada sendinya.

Ia pun terpaksa menggunakan kursi roda. Sering kali ia diharuskan terapi dan fisioterapi untuk penyakitnya itu.
"Tapi disarankan terus untuk bergerak dan nggak boleh diam. Karena kalau diam saja sendi akan semakin melemah dan otot akan semakin mengecil," jelasnya.

Secercah harapan mulai muncul sejak ia berkenalan dengan dunia make up. Ia mulai bisa mengekspresikan dirinya menjadi wanita seutuhnya dengan merias wajah.

“Saya pertama kali kenal makeup usia 22- 23 tahun," ungkap wanita cantik ini.

Sayangnya, akibat dari penyakit yang diderita, ia tak bisa memulas wajah dengan luwes. Tangannya tak bisa menekuk 90 derajat, selain juga tak dapat bergerak dengan cepat dan cekatan. Geraknya otomatis menjadi sangat terbatas.

"Pada saat itu aku melihat alat penjepit tangan milik ayahku," imbuhnya.

Dengan alat penjepit tangan tersebut, Laninka bisa dengan bebas menggerakan tangan di sekitar wajah. Untuk menghubungkan dengan tangannya sendiri, Laninka membutuhkan sebuah tali yang kemudian diikatkan alat penjepit tangan tersebut.

"Dengan cara itu aku bermain makeup," imbuhnya.

Memulas wajahnya menjadi lebih menarik dan cantik memiliki kesan tersendiri bagi Laninka. Ia seolah menemukan kembali semangat hidupnya. Bukan Laninka yang terpuruk karena vonis penyakit yang ia derita. "Makeup bisa membuat aku sembuh secara psikis," katanya.

Make Up untuk Semua Orang

Secara tidak langsung yang Laninka lakukan adalah membuat gebrakan bahwa makeup adalah milik semua orang, tak peduli orang normal maupun difabel. Alhasil gebrakan itu membuatnya menjadi pionir gerakan Lipstik untuk Difabel. Gerakan atau kampanye ini ia buat dengan misi 'makeup for everyone'.

Di awal perintisannya, Laninka sama sekali tak mengalami kesulitan untuk mengajak kawan- kawan difabel masuk dalam gerakan ini.

"Karena rata- rata wanita difabel juga berpikir hal yang sama, bahwa makeup itu untuk semua orang. Jadi tidak ada kesulitan untuk mengajak mereka," ungkapnya.

Gerakan yang dibentuk Laninka sejak Juli 2018 ini memiliki misi untuk mendorong setiap perempuan disabilitas agar tetap percaya diri dan meyakini bahwa makna cantik itu ialah ketika kita bisa nyaman dengan diri sendiri.
 
“Selain membuat diri kita bangga atas diri kita, juga mengangkat isu kesetaran antar wanita difabel dan non difabel. Pada dasarnya cantik itu milik setiap wanita bagaimanapun kondisinya,” tukas Laninka.

Sempurna Itu Tidak Ada

Wanita yang kini aktif sebagai beauty vlogger ini sadar bahwa tak ada manusia yang sempurna. Bahkan menurutnya Tuhan tak pernah menciptakan dan mengategorikan sebuah kesempurnaan dan ketidaksempurnaan. Itu adalah kategori yang dibuat oleh manusia sendiri menurutnya. Laninka percaya bahwa dalam hidup semua manusia setara, tak ada baik dan jelek dan tidak ada yang sempurna.

"Hanya saja kita menjalani kehidupan yang berbeda- beda," tukasnya.

Penting, menurut Laninka agar semua orang- orang difabel untuk memiliki kepercayaan diri. Sebab dengan cara itulah seseorang bisa berkembang dan mengapresiasi dirinya. "Karena kalau kita tak bangga atau percaya diri akan banyak sekali kesempatan yang terbuang. Jadi banggalah dengan diri sendiri," tegasnya. (DN)

---
Foto: Dokumentasi Laninka Siamiyoni

 

kisah, difabel, beauty vlogger

Artikel Terkait

Comments