Gerakan SaMuri untuk Tahu Gejala Kanker Mulut

Gerakan SaMuri untuk Tahu Gejala Kanker Mulut

Masyarakat banyak yang tidak tahu tanda-tanda awal kanker rongga mulut sehingga pada umumnya baru diketahui di tahap kanker stadium lanjut. Sementara penyebab kematian di dunia 50% disebabkan kanker rongga mulut.

Tingginya angka kematian yang disebabkan oleh kanker rongga mulut tak hanya terjadi di dunia. Di Indonesia, jumlah penderita kanker rongga mulut tercatat 5,329 di tahun 2012 dan diproyeksikan akan meningkat 21,5% di tahun 2020. Drg. Rahmi Amtha, MDS, Sp.PM, PhD, Ketua Ikatan Spesialis Penyakit Mulut Indonesia, memaparkan penyebab kanker rongga mulut tersebut di antaranya merokok, mengunyah tembakau, konsumsi alkohol, virus, pola makan dan latar belakang genetik.

Dalam studi terbaru juga diungkapkan bahwa kebiasaan menyirih  dapat menyebabkan kanker mulut.
 
"Hasil penelitian saya menunjukan faktor risiko penyebab kanker mulut di Jakarta dan NTT yang tertinggi adalah merokok, mengunyah sirih dan alkohol," ungkapnya di kawasan Menteng.

Sementara itu di daerah NTT penyebab kanker rongga mulut tertinggi yakni buah pinang, tembakau, serta kebiasaan minum alkohol.

"Di sana masyarakat sekitar memang memiliki budaya turun temurun mengunyah sirih. Tak heran hal ini menjadi penyebab tertinggi kanker rongga mulut," imbuhnya.

Lebih jauh drg. Rahmi Amtha mengungkapkan 64% kanker mulut diawali oleh lesi pra kanker yang ditandai dengan perubahan warna. "Tekstur atau tampilan mukosa mulut normal berwarna merah muda dan kenyal. Jika terjadi perubahan warna menjadi putih, merah atau kombinasi keduanya, ini dapat menjadi petunjuk adanya lesi yang memerlukan perhatian," papar drg. Rahmi.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah gejala ini sangat jarang disadari oleh penderita. Sebab terlepas adanya perubahan warna juga penderita tak merasakan sakit sama sekali.

Drg. Rahmi menjelaskan tanda-tanda awal kanker mulut dikenali dengan adanya perubahan warna, tekstur, luka yang tidak sembuh-sembuh lebih dari satu bulan.

"Banyak orang yang tidak mengetahui bahwa dirinya menderita kanker rongga mulut karena tidak mengetahui tanda-tandanya," imbuhnya.

Gerakan SaMuri

Untuk itu, Ikatan Spesialis Mulut saat ini akan melakukan edukasi dan sosialisasi yang lebih banyak lagi. Salah satunya dengan gerakan SaMuRi yang merupakan singkatan dari periksa mulut sendiri.

"Melalui gerakan ini masyarakat akan diajarkan bagaimana melakukan pemeriksaan mulut secara mandiri dan juga menjaga kebersihan rongga mulut dengan baik,“ tambah Drg. Rahmi.

Masyarakat banyak yang tidak paham dengan gejala kanker rongga mulut, sehingga pada umumnya baru diketahui di tahap kanker stadium lanjut. Selain itu banyak pasien tidak tahu harus berkonsultasi dengan dokter yang tepat.
Hal ini terjadi karena masih rendahnya pengetahuan masyarakat dan kurangnya informasi serta edukasi.

“Mulai tahun ini, ISPMI akan banyak melakukan edukasi dan sosialisasi terkait kanker rongga mulut. Salah satunya dengan gerakan SaMuRi. Melalui gerakan ini masyarakat akan diajarkan bagaimana melakukan periksa mulut secara mandiri dan juga menjaga kebersihan rongga mulut dengan baik,“ tambah Drg. Rahmi.

Kebersihan mulut juga menjadi salah satu faktor timbulnya banyak penyakit dalam rongga mulut. Kebersihan mulut sangat penting karena rongga mulut manusia tidak terlepas dari berbagai macam mikro organisme. Untuk menjaga kebersihan mulut bukan hanya sekedar menyikat gigi secara baik dan benar.

"Tapi beberapa kasus juga membutuhkan bahan antiseptik yang mengandung chlorhexidine," pungkasnya. (DN)

---
Foto: Istimewa

 

sehat, kanker, mulut, rongga mulut, kanker rongga mulut

Artikel Terkait

Comments