Riana A. Singgih: Bahagia Luar Biasa

Riana A. Singgih: Bahagia Luar Biasa

Pengalaman 30 tahun menggeluti yoga membuatnya tak sekadar menjadikan manfaat yoga untuk kebugarannya secara fisik. Lebih dari itu, filosofi yang terdapat di yoga ia coba terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
    
Riana merupakan salah satu pelopor yoga di Indonesia dan Singapura. Ia mendirikan Riana Yoga Institute, Iyengar Yoga Indonesia dan Iyengar Yoga Centre Singapore.
Perkenalannya dengan yoga dimulai ketika mengambil gelar master di Amerika Serikat. Setelah lulus, ia sempat bekerja di Negeri Paman Sam, di bidang keuangan. Setelah itu, ia kembali ke Tanah Air dan bekerja di perusahaan manufaktur. Seiring waktu, ia semakin menyenangi yoga, tapi kesulitan menemukan guru yoga yang cocok.

Demi belajar dari ahlinya, Riana yang saat itu sudah menikah datang langsung ke India hingga akhirnya bertemu ahli yoga, Guruji B.K.S Iyengar dan belajar bertahun-tahun. Setelah mengantongi sertifikat, ia pun mengajar di Indonesia. Murid –murid Riana pun kembali membagi ilmunya pada yang ingin menekuni yoga. Begitu seterusnya berkembang dengan sendirinya.
 
“Sampai sekarang saya tidak menyangka, belakangan yoga berkembang pesat dan banyak yoga center yang buka,” kata Riana.

Ketekunannya melakukan yoga tampak ketika WI menjumpai Riana akhir pekan lalu. Mengenakan baju putih lengan panjang dipadu celana senam merah muda, rambutnya yang panjang ia ekor kuda, Riana masih terlihat segar di usia 50 tahun.  
 
Semasa muda, Riana memang merasakan manfaat yoga pada fisiknya. Tapi di usianya saat ini ia bersyukur dengan yoga ia masih merasa sehat, pengetahuannya terus bertambah dan setiap bisa belajar hal baru.

Ketika masih bekerja kantoran, tak dipungkiri secara ekonomi memang ia lebih cepat mendapat penghasilan dibanding mengajar yoga. Tapi ada hal berbeda yang ia dapatkan kala mengajar yoga.

“Saya dapat kebahagiaan luar biasa dari yoga karena berbagi ilmu. Mengajar itu bukan hanya bermanfaat untuk yang diajar tapi untuk diri saya sendiri,” ungkap ibu lima anak ini.

Dirikan Yayasan

Riana mensyukuri segala nikmat yang ia dapatkan saat ini termasuk keluarga yang bahagia dengan suami dan anak-anak yang mendukungnya menekuni yoga. Dengan segala berkah dalam hidupnya itu membuat Riana ingin berbagi pada sesama yang membutuhkan. Karenanya, sekitar empat tahun lalu ia mendirikan Yayasan Riana Singgih.

“Sebelumnya kami sering bantu dengan donasi untuk yatim piatu dan anak handicap,” tambah Riana.

Yayasan sosial tersebut bertujuan membantu orang-orang yang membutuhkan dan fokus menjalankan program pendidikan, ekonomi serta kesehatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Riana menjelaskan, setiap tahun yayasannya membuat acara untuk menjalankan program-program tersebut.

Begitu juga tahun ini, melalui Komunitas Riana Yoga Institute, yayasannya  menyelenggarakan kelas yoga untuk amal kemanusiaan 15-16 Desember 2018 di Jakarta. Acara yang diselenggarakan dua hari itu dilatarbelakangi rasa keprihatinan, kemanusiaan, solidaritas serta kepedulian membantu korban gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi, penghujung September lalu. Riana mengadakan 18 kelas yoga dengan berbagai tema sesuai minat peserta.

“Melalui kegiatan ini mengajak teman-teman pengajar yoga untuk sama-sama membantu, benefit-nya juga untuk kenalkan yoga ke masyarakat bahwa melalui yoga kita bisa berbagi pada sesama. Yoga itu sebenarnya tentang sharing and loving, bukan sekadar exercise fisik tapi membangun spritual kita untuk baik ke semua orang dan berbagi pada sama. Saya suka filosofi-filosofi  yoga dan berharap pelan-pelan semua praktisi yoga juga mengerti dan menerapkannya,” pungkas Riana.

Rencana Istimewa Tuhan

Meski aktif di yoga, Riana tetaplah seorang istri dan ibu di keluarganya. Karenanya, ia harus pandai membagi waktu agar keduanya berjalan beriringan.

Keluarganya memang sudah biasanya dengan aktivitasnya di yoga. Termasuk saat Riana masih sering pulang pergi ke India mempelajari yoga, sang suami memberikan dukungan penuh.

“Saya membagi waktu dengan tidak mengajar kelas-kelas biasa karena tahu harus mengurus keluarga,” kata Riana yang sering diundang mengajar pelatihan untuk guru yoga di China dan Taiwan ini.

Ditanya rencana selanjutnya yang akan ia lakukan, Riana mengatakan, ia tidak muluk-muluk dalam membuat rencana dan termasuk orang yang melihat kesempatan apa yang diberikan padanya.

“Jadi guru yoga juga dulu tidak terpikir, tapi God is Great, suami saya ada keturunan India, jadi jalan saya terbuka untuk bisa ke sana. Rencana Tuhan memang istimewa. Saya terima yang dikasih Tuhan, bersyukur dan tetap berusaha bantu orang dan melanjutkan yang telah saya lakukan,” tutupnya seraya tersenyum. (AR)

---
Foto: Zulham dan Dok. Pribadi

profil, wanita inspiratif, yoga

Fokus Berita Lainnya

Artikel Terkait

Comments