Usia 30 Tahun Belum Menikah, Kenapa Harus Panik?

Usia 30 Tahun Belum Menikah, Kenapa Harus Panik?

Pertanyaan klasik "kapan menikah" kerap menjadi bagian dari percakapan, entah dengan keluarga atau kerabat. Tapi untuk sebagian besar wanita yang telah berusia kepala 3 dan masih single, tentu sangat sensitif. Tenang saja dan tak perlu panik, nikmati hidup Anda.

Menikmati hidup dengan kesendirian di usia 30 tahunan bagi seorang wanita merupakan salah satu tekanan terbesar. Tekanan ini sering berasal dari lingkungan sosial, seperti keluarga dan teman- teman. Dengan santai, sering terlontar begitu saja dari mulut mereka bahwa Anda terlalu pemilih, terlalu memikirkan karier sehingga melupakan kehidupan rumah tangga.

"Mereka berkata demikian seolah- olah lebih tahu tujuan hidup kita daripada diri kita sendiri yang menjalani," ujar Santiago dalam buku The Alchemist karya Paulo Coelho.

Jika dilarang memilih, lalu mengapa orang tua selalu mengingatkan dalam menikah harus tahu dulu bibit bebet bobot sang calon suami? Bukankah dengan begitu, artinya perempuan tidak boleh sembarangan pilih pasangan?

Tak melulu buruk bagi wanita usia 30an tapi masih single. Di bawah ini akan kami ulas keuntungannya, ada lima keuntungan bagi perempuan yang masih single pada usia 30:

Buang Rasa Menyesal
Kehidupan memaksa seseorang menempatkan satu prioritas daripada prioritas lainnya. Jadi jangan merasa bersalah jika harus mendahulukan  pencapaian cita- cita daripada aspek lain dalam hidup Anda. Seharusnya Anda bangga bisa meraih segalanya saat usia menginjak angka 30 meski masih sendiri.
Sayangi diri sendiri dan nikmatilah hidup selagi bisa. Anggap semua pilihan hidup Anda, baik atau buruk, sebagai sesuatu yang patut disyukuri, bukan yang harus disesali. Ini adalah saat paling sempurna dalam menikmati hidup karena Anda telah menyadari tanggung jawab dan risiko dalam hidup.

Lupakan Pangeran Tampan dalam Cerita Dongeng
Sering kali wanita memimpikan pernikahan mewah dengan pangeran tampan ala Cinderella. Tapi di usia yang matang seperti Anda, prioritas dalam memilih pasangan haruslah lebih baik dan berkualitas. Itu artinya Anda harus membuka mata dan hadapi realita yang ada. Ubah standar pasangan Anda  agar kriteria  yang Anda tetapkan dapat terpenuhi. Jika dulu pada usia 20an Anda memimpikan pasangan yang tampan dengan kesempurnaannya, kini berpikirlah lebih realistis.

Cintai Pekerjaan Anda
Sudah tentu wanita di usia 30an yang masih single pasti lebih memprioritaskan pekerjaannya. Di usia 30an rata- rata seorang karyawan telah berada di puncak kariernya. Pastikan Anda mencintai apa yang Anda lakukan dan perjuangkan selama ini. Namun, jika Anda tak bisa mengaktualisasikan diri Anda  di perusahaan itu, tak ada salahnya jika Anda keluar. Tapi pastikan Anda tahu akan  berada di mana untuk selanjutnya demi mengejar karier yang Anda suka. Sebab, perusahaan banyak mempertimbangkan masalah usia dalam merekrut karyawan.

Perbanyaklah Berkencan
Di usia 30 tahun, tak ada salahnya jika Anda berkencan untuk memilih pasangan yang cocok.  Mungkin kesibukan pekerjaan membuat Anda tak punya waktu untuk berkencan, tapi sempatkanlah. Bukan hanya untuk memperluas wawasan namun Anda akhirnya bisa menyadari tipe pasangan yang mana kriteria  Anda. Lebih utama lagi, kencan di usia ini bukan semata- mata bersenang- senang tapi sampaikan maksud Anda untuk mencari pasangan hidup.

Memilih Itu Perlu dan Tidak Buruk
Keputusan memilih bukan berarti Anda jadi memiliki batas, melainkan hanya mengubah aturan main saja. Maka dari itu, pilihlah segala yang Anda suka dan bisa seperti apa perjalanan karier Anda selanjutnya dan siapa yang Anda inginkan menjadi suami. Sebab, kehidupan setelah pernikahan pun akan menghadapkan Anda pada pilihan-pilihan lainnya, seperti lokasi rumah, jumlah anak dan sebagainya. (DN)

---
Foto: Istimewa

relasi, relationship, usia 30, belum menikah

Artikel Terkait

Comments