Film Mantan Manten Ajarkan Perempuan Harus Kuat Hati

Film Mantan Manten Ajarkan Perempuan Harus Kuat Hati

Film Manten Manten mencoba memperlihatkan kondisi perempuan yang kuat menghadapi segala masalah dan bangkit kembali. Cerita ini dikemas dengan balutan budaya paes atau rias pengantin yang berkembang di Solo.

"Mantan Manten bukan hanya kisah cinta yang dibalut latar belakang budaya Jawa, melainkan juga ketahanan seorang perempuan," kata Anggia Kharisma selaku produser di Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 1 April lalu.

Dalam kesempatan yang sama, sang sutradara, Farishad Latjuba mengungkapkan ide cerita ia dapatkan dari pengalamannya yang memang dikelilingi oleh perempuan hebat.

“Awalnya saya ingin mengangkat kaum perempuan dalam sebuah karya. Nah kebetulan saya dikelilingi oleh perempuann yang powerfull.  Film ini digabungkan dengan cerita adat Jawa yg masih ada di Indonesia saat ini," jelasnya.

Film Mantan Manten bercerita mengenai Yasnina yang diperankan oleh Atiqah Hasiholan. Yasnina merupakan seorang manajer investasi terkenal yang memiliki segalanya dengan kehidupan glamor. Mulai dari harta hingga kekasih yang tampan. Sementara itu, Surya yang diperankan oleh Arifin Putra adalah tunangan yang sangat mencintainya.

"Yasnina sosok perempuan milenial. Banyak hikmah yang didapat dari karakternya," ujar Atiqah.

Hidup Yasnina berubah saat ia dikhianati oleh Iskandar (Tyo Pakusadewo) dalam sebuah kasus di perusahaannya. Dalam waktu singkat hartanya habis tidak bersisa. Tidak hanya itu, rencana pernikahannya dengan Surya juga di ujung tanduk.

Ardy, sang asisten yang diperankan oleh Marthino Lio, mengingatkan Yasnina perihal satu-satunya harta yang masih dimilikinya. Sebuah vila di Tawangmangu yang tidak disita karena belum pindah nama ini menjadi harapan satu-satunya Yasnina untuk membangun hidupnya kembali. Namun, untuk mendapatkan kembali vila tersebut, Yasnina harus menjadi asisten seorang dukun manten bernama Marjanti  yang diperankan oleh Tutie Kirana.

Tak Melulu soal Drama Percintaan

Film ini menyuguhkan drama yang juga dilengkapi dengan scene komedi, yang ditandai dengan kemunculan beberapa pemain yang kocak, yaitu Asri Welas dan Didit Mulyanto. Mereka  cukup membuat film ini terkesan komedi meskipun agak terdengar ‘garing’ namun sukses membuat penonton tertawa.

Selain untur komedi, sepertinya sang sutradara juga ingin meninggalkan kesan triller, seperti  dalam cuplikan filmnya. Suasana tiba-tiba menjadi gelap dan sedikit merinding meskipun ini bukan film horor.  Selain itu, perbedaan prinsip yang dimiliki Yasnina dan Marjanti seringkali menjadi permasalahan yang membuat penonton semakin dipermainkan emosinya. 

Meski alur ceritanya yang terkesan terasa sedikit hambar, nyatanya tak sedikit penonton yang menitikkan air mata. Sayangnya masih ada beberapa hal yang belum terkuak jalan ceritanya.

Cuplikan scene film Mantan Manten 

Mengangkat Tradisi Adat Jawa

Dalam film Mantan Manten penonton akan diperkenalkan mengenai pernikahan dalam budaya Jawa, mulai dari ritual, merias manten, hingga berlangsungnya acara. 

Film ini memberikan informasi, bahwa setiap tahap prosesi pernikahan memiliki arti, doa, dan harapan yang begitu dalam bagi pengantin. Bagian pendalaman tentang budaya dan istiadat yang ditampilkan di film ini sukses membuat penonton merenung dan lebih memahami arti hidup lewat pernikahan. Dan film ini benar-benar mengajarkan bahwa seorang perempuan harus bisa tangguh dan berani ikhlas dengan telah apa yang hilang.  Film ini juga meninggalkan pesan , bagaimana cara seseorang  untuk menghadapi masalah sekalipun itu sendirian hingga menata hati dan berusaha untuk ikhlas.  Dan yang terpenting , budaya jangan pernah ditinggalkan meskipun dunia telah berubah. (RV)

Foto : Hanin, Zulham dan dok. @mantan.manten

 

Mantan manten, film Indonesia, Atiqah Hasiholan, Arifin Putra, Oxcel,

Artikel Terkait

Comments