Kiat Sukses Lari Maraton bagi Non Atlet

Kiat Sukses Lari Maraton bagi Non Atlet

Menjadi pelari dalam maraton ternyata tak hanya bermodalkan latihan fisik setiap hari, melainkan juga asupan nutrisi hingga ketahanan tubuh.

Sebenarnya seorang yang awam dan ingin berkompetisi lari maraton juga dapat mengembangkan performa lebih maksimal lewat penerapan sports science. Ilmu ini tercipta atas dasar kepedulian untuk memberikan pengetahuan  yang tepat mengenai olahraga kepada para atlet dan pecinta olahraga.

Pocari Sweat, melalui kampanye Born to Sweat ingin menyampaikan bahwa dengan disiplin tinggi, program latihan yang tepat serta dukungan tim ahli berpengalaman, akan dapat membantu siapapun mencapai performa terbaiknya.  

Apakah sport science itu?

Ilmu ini terdiri dari empat bagian yakni, Sport Nutrition (untuk membantu seseorang dalam menentukan asupan nutrisi), Sport Physiology (akan menganalisa, memantau, dan memastikan kondisi fisik tetap prima), Sport Psychology (membantu seseorang dalam menghadapi tantangan psikologis sekaligus memotivasi untuk mencapai tujuan), dan Sport Medicine (untuk membantu pencegahan dan penanganan cedera selama menjalani program latihan).

Agung Mulyawan selaku Kepala Pelatih sport science mengatakan bahwa ia mempersiapkan sebuah program latihan berdasarkan sports science yang sesuai untuk masing-masing figur publik, Alya Rohali, Soraya Larasati, Sahila Hisyam dan Zee Zee Shahab yang berlari sepanjang 42 km di Tokyo dan Seoul bulan Maret lalu.

“Sebagai sebuah tim, kami berkomitmen untuk mempersiapkan sebuah program latihan yang sesuai untuk masing-masing individu. Selama menjalani proses latihan kami memastikan agar mereka tetap fokus serta konsisten dalam menjaga performa mereka sehingga mencapai tujuan yang diharapkan”, ucap Agung  saat ditemui WI.

Setiap pilar dalam sport science mendapatkan dukungan dari para ahli di bidangnya, yaitu Matias Ibo, seorang pakar fisioterapi yang menangani timnas Indonesia, dr. Andi Kurniawan, salah satu dokter yang mendampingi kontingen Indonesia dalam Olimpiade London 2012 lalu, Agung Mulyawan, pelatih pelatnas cabang atletik (PB PASI)  dan para ahli lainnya.

Apa tipsnya?

Agung Mulyawan, seorang pelatih cabang olahraga atletik membeberkan tip untuk Anda yang ingin mencoba ikut olahraga lari marathon meskipun bukan seorang atlet. Cabang maraton adalah olahraga atletik yang mempunyai ciri khas jarak tempuh  paling jauh yakni 42,195 kilometer.

"Dalam cabang atletik, maraton adalah lari jarak jauh," tutur pria kelahiran  Bogor ini.

Didasari itulah, maka dibutuhkan waktu persiapan cukup lama ketimbang cabang olah raga atlet lainnya.

"Paling ideal adalah 20 minggu persiapannya," sambungnya.

Sebelumnya,  bagi  yang bukan atlet, sangat  diharuskan berlatih dasar-dasar lari. Tambahan porsi latihan yang juga harus dipahami adalah tentang mobilitas, fleksibilitas, dan kekuatan.

"Lalu, Anda juga harus berlatih pemanasan dan pendinginan berlari," imbuh pelatih lari jarak jauh pada Asian Games 2018 lalu.

Selanjutnya,  pemula harus latihan sekali dalam seminggu dan harus menempuh sesi latihan long run. Ini adalah latihan berlari 90 menit lamanya.

“Rata-rata pelari non-atlet, pada tahapan latihan long run, bisa menempuh jarak 16 kilometer,” ujar peraih sertifikat  International  Association of Athletics Federation (IAAF) CECS Level II - 2018 ini.(RV)

---
Foto: Istimewa

 

healthy life, running, marathon

Artikel Terkait

Comments