Putri Ariani: Melihat dengan Hati, Bermusik dengan Rasa (I)

Putri Ariani: Melihat dengan Hati, Bermusik dengan Rasa (I)

Putri lahir saat masih enam bulan dalam kandungan sang ibu. Dokter memvonisnya mengalami Retinopathy of Prematurity (ROP) yang membuatnya tidak bisa melihat sejak usia tiga bulan. Tapi hal itu tak menyurutkan semangat Putri untuk berkarya lewat musik.
    
Mendengarkan suara indahnya sambil bermain piano, siapa sangka Putri mempelajarinya semua itu otodidak. Seperti kala ia meng-cover Bohemian Rhapsody milik Queen yang ia unggah di Instagramnya @arianinismaputri, jemarinya lincah berloncatan ke sana kemari mengikuti suaranya yang khas.     
    
Sejak usia dua tahun, gadis asal Riau ini sudah menunjukkan kesenangannya bernyanyi dari mendengar musik yang diputarkan sang ayah. Putri mulai menginjakkan kaki di panggung pada usia 7 tahun, saat itu ia menyanyikan lagu Bunda ciptaan Melly Goeslaw. Pengalaman pertamanya itu sempat membuatnya gugup dan menangis sampai harus ditemani sang ayah.
    
“Tapi setelah itu banyak yang tepuk tangan, Rasanya seru dan merasa ini passion Putri,” kenang remaja 13 tahun ini ketika dihubungi WI pekan lalu.
Sejak itu, musik menjadi bagian hidupnya. Pemilik nama lengkap Ariani Nisma Putri ini pernah mengikuti lomba menyanyi pada 2013 menyanyikan One Moment in Time milik Whitney Housten. Tapi juri berkomentar suaranya fals dan bahasa Inggrisnya tidak bagus. Hal itu sempat membuatnya terpuruk dan berbulan-bulan tidak ingin bernyanyi.
“Putri bertekad, tahun depan harus masuk tv!” tegas Putri pasangan R. Ismawan Kurnianto dan Reni Alfianty ini.

Selama masa terpuruknya itu Putri menyiapkan diri dengan menghapal berbagai lagu dari dalam dan luar negeri untuk mengikuti ajang pencarian bakat. Karenanya, ketika melihat pengumuman Indonesia’s Got Talent (IGTS) 2014 yang tayang di salah satu tv swasta, ia minta didaftarkan untuk membuktikan ia dan anak-anak sepertinya bisa berkarya dan berkompetisi.

“Dulu kan banyak yang punya anak seperti Putri malah disembunyikan orang tuanya di rumah. Putri ingin semua tahu, kami juga bisa berkarya,” imbuh sulung dari tiga bersaudara ini.

Menyanyikan Listen milik Beyonce, penampilan Putri pada tahap audisi langsung memukau para juri. Tak disangka, suara emasnya mengantarkan Putri melewati babak demi babak hingga akhirnya berhasil menjadi juara pertama di usia 8 tahun.

Sejak saat itu, Putri mulai dikenali banyak orang. Memasuki usia 10 tahun, Putri mulai bermain piano sambil bernyanyi, itupun ia lakukan otodidak. Bagi Putri, tuts –tuts piano ibarat temannya, tempat ia mencurahkan perasaannya. Dari situ pula ia mulai menciptakan lagu berjudul I Love Mama and Papa yang ia buat saat merindukan orang tuanya ketika mereka tinggal terpisah.

Demi mencari sekolah yang cocok dan nyaman, sejak semester dua, kelas empat sekolah dasar Putri pindah ke rumah eyangnya di Yogyakarta. Bukan sekali, dua kali ia pindah mencari sekolah. Diskriminasi pun pernah ia rasakan.
    
“Pernah di sebuah sekolah, Putri di-bully, dicuekin, kalau ada pelajaran yang ditulis di papan, teman-teman sibuk sendiri, nggak mau bantu. Kalau pelajaran olahraga, disuruh duduk saja, pelajaran gambar juga disuruh diam saja. Puncaknya, waktu Putri jatuh ke parit ketika sedang jalan, lama ditolongnya. Sedih, tapi berusaha tidak dimasukkan ke hati,” urainya.

Isi Lagu Tema Asian Para Games 2018

Sekarang Putri sudah merasa nyaman dan cocok dengan sekolahnya yang berbasis inklusi internasional. Dengan kecanggihan teknologi, Putri bisa menggunakan handphone dan laptop walau tidak bisa melihat. Sepulang sekolah, biasanya ia akan membuat cover lagu untuk diunggah di media sosial dan saluran YouTube-nya. Seminggu sekali Putri juga biasanya mengisi acara off air. Sejauh ini ia tak kesulitan membagi waktu.

bersama para pengisi acara Asian ParaGames 2018

“Sekolahnya fleksibel, sistemnya e-learning, jadi kalau ketinggalan pelajaran bisa dikirim dalam bentuk soft file materinya. Dukungan dari sekolah juga banyak banget, kalau mengajukan izin dimudahkan, kalau ada syuting untuk tv, kadang bawa kru tv ke sekolah dan guru-guru welcome,” kata Putri senang.

Suatu hari Putri bernyanyi di acara ‘Run for Disabled’ di Monas dan disaksikan Ketua Umum Asian Paragames 2018 Raja Sapta Oktohari. Usai bernyanyi, Putri diajak mengisi lagu tema Asian Para Games 2018 bersama musisi lainnya seperti Armand Maulana, Once Mekel, Vidi Aldiano, Maudy Ayunda, Regina Poetiray, Zara Leola dan Lesty Kejora. Kesempatan emas itu tak ia sia-siakan.

“Sempat enggak percaya. Bercanda kali ya,” ungkap Putri.

Tak butuh waktu lama, cukup 15 menit saja Putri merekam suaranya untuk lagu yang berjudul Song of Victory itu yang bercerita ajakan untuk menjadi kuat, berani, menjadi diri sendiri dan menghapus diskriminasi.  

“Kebanggan yang sangat besar, terharu dan itu kesempatan langka banget buat Putri bisa jadi bagian Asian Para Games 2018,” syukurnya.

Impian Tampil di Luar Negeri

Putri bersyukur saat ini sudah banyak teman-teman sesama tunanetra yang muncul di tv dengan segala kelebihan mereka. Setelah berhasil mewujudkan mimpinya tampil di tv, kini ia bermimpi tampil di luar negeri dan menjadi penyanyi internasional.

Di luar semua itu, Putri ingin tetap menjadi inspirasi bagi semua orang, terutama sesama tunanetra.

“Biar orang tua yang punya anak berkebutuhan khusus seperti Putri tidak malu,” sambung peraih Anugerah Baiduri 2016 ini.

Putri berpesan kepada para orang tua yang memiliki anak difabel agar jangan  disembunyikan karena itu bukan hal yang memalukan. Justru anak-anak tersebut harus dibimbing.
 
“Untuk teman-teman yang belum percaya diri, harus lebih berani dan percaya diri karena kita semua bisa berkarya dan bermimpi,” ajak Putri.

Jika kini namanya cukup dikenal di Tanah Air, mimpi besar Putri sekarang ingin bertemu Stevie Wonder dan Andrea Bocelli, musisi tunanetra kenamaan dunia. Hal itu pula yang melatarbelakangi keinginannya berkiprah di luar negeri. Dari pengamatannya, musisi di luar negeri lebih mengutamakan kualitas.

“Putri pengin banget tampil di luar negeri, tapi belum ada kesempatan,” ungkap finalis The Voice Kids Season 2 2017 ini.

Dengan menjadi salah satu pengisi lagu tema Asian Para Games 2018 yang suaranya bisa didengar seluruh Asia, bahkan dunia, diharapkan bisa membuka jalan Putri menjadi penyanyi internasional.(AR)

----
Foto: Dok. Pribadi dan Jenny Pintoko
Busana: Dewi Citra Collection

kisah, putri Ariani, difabel, penyanyi

Artikel Terkait

Comments