KJB INDONESIA X Komunitas Punk Muslim  Berbagi Dengan Anak Jalanan

KJB INDONESIA X Komunitas Punk Muslim  Berbagi Dengan Anak Jalanan

Komunitas Jurnalis Berhijab (KJB) Indonesia menggelar buka bersama anak jalanan dan komunitas punk muslim yang tergabung dalam Komunitas Tassawuf Underground. Kegiatan tersebut dilakukan di Kolong Jembatan Tebet, Jalan KH. Abdullah Syafei, Tebet, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu.

Acara yang bertemakan Berbagi Kasih Di Bulan Yang Suci Bersama Anak-Anak Jalanan didukung oleh PD PAL Jaya, Perumda Sarana Jaya, Bank DKI, Hotel Sofyan, Pocari Sweat dan Smartfrend. Kegiatan ini juga di hadiri oleh Wakil Wali Kota Jakarta Drs. Isnawa Adji.

Menurut Nikmatus Sholikah, ketua pelaksana kegiatan sekaligus Presiden KJB Indonesia, tujuan kegiatan ini salah satunya adalah meningkatkan kepedulian yang tinggi kepada anak jalanan, membangkitkan semangat untuk saling berbagi, mengedukasi anak jalanan dan punk untuk hidup lebih baik.

“KJB Indonesia ingin sekali melibatkan semua orang termasuk umat muslim untuk memperhatikan kaum marjinal seperti anak jalanan dan komunitas anak Punk Muslim yang membutuhkan uluran tangan kita. Sebuah awareness atau kesadaran pentingnya nilai-nilai religi yang ditanamankan kepada mereka sangatlah penting, agar mereka bisa menjalani hidup dengan lebih baik dengan menerapkan konsep hidup yang islami.” Kata Nikmatus Sholikah.

 

Nikmah juga mengungkapkan, kegiatan ini merupakan kegiatan KJB pertama kali melibatkan anak-anak Punk Muslim. Namun keramahan dan jiwa sosial mereka sangat tinggi. "Saya sangat senang bisa melibatkan para anak jalanan dan komunitas Punk Muslim. Acara sengaja kami selenggarakan di bawah Kolong Jembatan, agar kita bisa merasakan kehidupan mereka. Sehingga meningkatkan rasa syukur kita kepada Allah di bulan yang suci ini," pungkasnya.

Pendiri Komunitas Tasawuf Underground Halim Abiya menambahkan pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ia berharap dengan adanya acara ini ke depan akan lebih banyak masyarakat yang peduli dengan anak jalanan dan punk.

“Saya berharap ini akan menjadi contoh bagi semua orang untuk lebih memperhatikan nasib saudara-saudara kita yang hidup di jalanan. Saya juga sangat senang KJB mengadakan kegiatan ini, di mana kami Komunitas Tasawuf Underground bisa melakukan mediasi langsung dengan pemerintah dan para media terkait berbagai kegiatan sosial kami," tuturnya.

Sementara itu Isnawa Adji, Wakil Walikota Jakarta Selatan,mendukung dengan kegiatan yang positif tersebut. Selain menajdi jurnalis, yang selalu dituntut untuk menyajikan informasi yang akurat dan terpercaya, di sisi lain Jurnalis juga harus menyorot serta mengajak masyarakat untuk turut serta peduli dengan anak jalanan dan punk yang sering mendapatkan pandangan negatif.

“Saya sangat senang, para jurnalis berhijab ini sangat peduli dengan nasib mereka sehingga dengan ini stigma negatif masyarakat akan berubah.Tentu ini harus di dukung dan diapresiasi. Pemkot Jakarta Selatan sangat mendukung program ini,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, anak jalanan juga menampilkan bakat mereka melalui musik. Serta kegiatan kumpul inspiratif dimana anak Punk Muslim bercerita tentang suka duka kehidupannya, namun tetap ingin belajar Agama dan menguatkan nilai-nilai religi dalam kehidupannya. Selain itu, juga  melauncing program Hapus Tato Gratis kerjasama dengan Islamic Medical Service (IMS). Banyak anak-anak punk dan masyarakat umum hadir dan mencoba ikut dalam program Hapus Tato Gratis dalam acara tersebut. (RV)

Foto: Dokumen Komunitas Jurnalis Berhijab

KJB, Komunitas Punk Indonesia, Anak Jalanan

Artikel Terkait

Comments