Katering Rumahan Berkonsep Halal

Katering Rumahan Berkonsep Halal

Mengetahui bidang food and beverage sejak usia 14 tahun, membuat Riezka Sari tak sengaja jatuh cinta dengan dunia kuliner. Ingin menjalankan usaha yang sesuai syariat Islam juga membuatnya banting setir dari bisnis salon spa menjadi jasa katering secara online.
 
Berawal dari sering memasarkan produk makanan milik teman-temannya, ia memberanikan diri terjun langsung membuka katering di www.myhalalfood.co, Februari 2016. Ia mengajak empat asisten rumah tangganya menjadi juru masak di dapurnya. Awalnya, ia belum fokus mencari keuntungan karena ingin menjangkau peluang sekaligus menjaring konsumen. Karenanya, ia menjual katering per paketnya hanya 15 ribu rupiah.
    
“Menunya ada ikan, udang, cumi dan lainnya. Bisa dibilang, pembeli hanya bayar modal, sekaligus agar saya punya foto produk. Saya juga berusaha melatih asisten saya agar bisa menaikkan level masakannya dengan beberapa menu, dan konsultasi ke ayah saya untuk bisnis ini,” kata ibu dari tiga anak ini.
    
Berjalan tiga bulan, Riezka kemudian bekerja sama dengan katering ayahnya dengan menyediakan masakan prasmanan di acara besar seperti pernikahan. Selain itu, ia juga menyediakan nasi boks, snack boks, dan makanan yang siap dimasak.
    
“Masakan ready to cook itu terutama saat Ramadan seperti rendang, steamboat, bakso, dan sop iga, jadi bisa disimpan di kulkas, kalau ingin dimakan tinggal dihangatkan atau digoreng. Praktis juga untuk menu sahur,” katanya.
    
Setiap harinya, ia menerima 150-200 porsi pesanan katering. Selama Ramadan, ia akan menambah 50 porsi setiap harinya dan menawarkan beberapa paket promo.
    
“Ada paket regular, paket keluarga, free takjil, dan paket hemat. Untuk range harganya dari 30 – 150 ribu rupiah,” ungkap wanita lulusan Psikologi.
    
Untuk pengiriman katering dapat menjangkau wilayah Bekasi, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara. Ia juga sedang mengurusi sertifikat halal untuk brand-nya ini.
    
“Semua yang kami gunakan mulai dari bahan, proses, hingga pengiriman sudah halal. Kami juga tidak menggunakan MSG dan minyak hanya sekali pakai, jadi saya mau cari rezeki yang Allah suka saja,” ungkapnya.
    
Setiap bulannya, Riezka mendapat omzet sekitar 100 juta rupiah dari bisnisnya ini. Riezka mengaku, targetnya dalam berbisnis bukan semata mencari keuntungan. Baginya yang utama mensyiarkan makanan halal sekaligus bisa bermanfaat bagi orang banyak. (EV)

ramadan, katering, bisnis

Artikel Terkait

Comments