Redinka Nahumury Siap Menggebrak Dunia Jazz dan Pop Indonesia

Redinka Nahumury Siap Menggebrak Dunia Jazz dan Pop Indonesia

Tidak banyak anak muda milenial yang serius mengekspresikan ketertarikannya pada instrumen musik seperti piano. Lain halnya dengan Redinka Gilliant Nahumury. Dinka, panggilan akrabnya malah sudah mulai belajar musik sejak usia 10 tahun.

 Belum lama ini, ia pun tampil dalam recital dan menunjukkan kebolehannya bermain piano. Tak hanya memainkan lagu ciptaan musisi lain, ia juga menampilkan beberapa lagu indah berunsur pop dan jazz gubahannya sendiri.

Awal mulanya Dinka mempelajari olah suara terlebih dahulu. Kemudian beberapa tahun setelah itu, perempuan cantik berambut panjang ini jatuh cinta pada instrumen piano.  Kecintaannya pada piano membuatnya meneruskan studi classical piano di Gracia Music School selama 3 tahun. Namun ia sempat menunda pendidikan musiknya hingga dirinya berusia 16 tahun.

Setalah masa vakum berlalu, ia pun memutuskan untuk kembali menekuni piano di Farabi Music School. Tak menghentikan langkahnya di situ, Dinka kemudian kuliah di Pelita Harapan University untuk mendalami Jazz dan Pop Piano Performance.  

Untuk menggali lebih dalam tentang perjalanannya hingga berhasil menyelenggarakan konser bersama band Quick Sensation, WI berbincang langsung dengan musisi muda berbakat ini

Recital Anda diberi tajuk Novaturient, apa artinya?

Novaturient  itu artinya sebuah hasrat untuk mengubah kehidupan Anda,a desire to alter your life dengan cara petualangan dan perubahan. Jadi lewat konser ini saya ingin memberi tahu orang bahwa inilah perjalanan aku untuk mengubah kehidupan menjadi lebih baik.

Dari kesan selama recital berlangsung, sepertinya didedikasikan untuk kakak ya?

Kebetulan kakakku memang penyandang autis dan banyak komentar yang tidak enak didengar tentangnya. Mungkin buat mereka hal yang biasa untuk berkomentar tapi mereka tidak tahu dampak apa yang ditimbulkan terhadap keluarga si penyandang disabilitas. Jadi dari bercandaan atau komen itu sebenarnya berbekas di hati aku. Jadi ya, betul recital ini didedikasikan untuk kakakku yang berkebutuhan khusus. Karena aku mau menunjukkan ke orang-orang bahwa tidak mudah melalui ini semua dan its not ok ya, buat mereka untuk mem-bully atau berkomentar negatif tentang si penyandang disabilitas ataupun keluarganya.

Mengapa memilih piano?

Aku memilih piano karena ada 88 tuts yang bisa membuat aku mengekspresikan diri dengan baik dibanding instrumen lainnya

Lagu gubahan Anda yang paling berarti?

Lagu yang paling deep dan meaningful itu adalah Tournant, di mana inspirasinya bermula dari proses aku belajar untuk memaafkan orang lain dan menurut aku itu hal yang berat namun puji Tuhan aku bisa melaluinya.

Proses menciptakan lagu?

Kalau aku bikin lagu itu pas lagi merenung, lagi sendirian lalu tiba –tiba terbayang tentang sesuatu atau kejadian apa langsung aku tuangkan ke piano. Lagu Tournant ini aku buat dalam 1 hari saja.

 

Anda terlihat nyaman dan sama sekali tidak demam panggung, padahal ini recital pertama?

Latihan harus cukup.  Seperti guru saya bilang, kita harus persiapkan 200 persen, kalau 100 persen itu tidak cukup dan kalau kita nervous, itu sudah 100 persen hilang deh.  Sebagai musisi harus bisa latihan sendiri dan latihan sama band juga.  Kesalahan pasti terjadi tapi harus bisa komunikasi. Kita juga mesti memperbanyak jam terbang karena jadi musisi itu tidak bisa tanpa jam terbang yang cukup.

What’s next buat Redinka?

Aku sudah mengeluarkan single di Spotify. Kalau Tuhan  berkehendak,  kita akan keluarkan album di akhir tahun. Aku juga masih meneruskan mengajar lalu aku juga rencananya mau melanjutkan S2 ke Belanda.

Artikel Terkait

Comments