Rahel Yosi Ritonga, Gambarkan Sisi Ibu Rumah Tangga yang Nyata

Rahel Yosi Ritonga, Gambarkan Sisi Ibu Rumah Tangga yang Nyata

Rahel Yosi Ritonga, rela meninggalkan karir cemerlang dan gaji fantastis demi mengurus kedua anaknya dan fokus menjadi ibu rumah tangga. Ia memunculkan stigma bahwa menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya adalah pekerjaan yang tidak mudah dan patut diapresiasi.

Ibu  dua anak berdarah Batak Jawa ini merupakan lulusan S2 bergelar Master of Science dalam bidang Education Policy and Management Studies dari Universitas of Twente di Enschede, The Netherlands. Pada waktu yang bersamaan, ia juga mengambil mata kuliah khusus di University of Amsterdam.

 

Emak Rahel bersama suami dan dua anaknya.

 

Trauma Pekerjakan Babysitter

Wanita yang biasa disapa Rahel  ini memiliki alasan yang kuat untuk meninggalkan karirnya. Ia mengaku banyak faktor yang menyebabkan hilangnya kepercayaannya untuk mempekerjakan pengasuh anak. “Anak saya sejak usia 7 bulan, diasuh oleh babysitter karena saya sibuk bekerja. Selain itu, selama bertahun-tahun saya sering berganti-ganti babysitter karena berbagai faktor seperti misalnya ia kasar kepada anak saya, suka main hape pada saat mengasuh anak dan banyak lagi,” cerita Rahel  kepada WI saat diwawancarai melalui surel.

Ia juga mengaku sempat mengadukan salah satu babysitter kami ke polisi atas sesuatu yang dilakukannya, yang membahayakan buah hatinya. “Anak saya juga mengalami keterlambatan perkembangan untuk usianya, yaitu lambat berbicara dan tidak fokus. Akhirnya saya memutuskan resign dari pekerjaan saya untuk mengasuh anak saya. Saya tidak mau lagi memakai jasa babysitter sejak saat itu,”kenangnya.

Ia mengungkapkan, keputusannya itu membawa hal positif terhadap perkembangan sang anak menjadi lebih baik. “Tahun-tahun itu saya juga dibantu oleh dua orang terapis terpercaya. Hari ini usia anak sulung saya 9 tahun dan ia telah tumbuh menjadi anak yang sehat jasmani dan rohani, cerdas, pemenang lomba science international dan dapat berbicara dalam tiga bahasa,” kata Rahel.

 

Menjadi ibu rumah tangga dan bermain bersama kedua anaknya.

 

Posting Kegiatan Ibu Rumah Tangga

Tak seperti wanita lainnya, yang malu akan memposting kegiatan dapur dan mengurus rumah. Rahel justru membagikan foto dan videonya saat sedang mencuci bahkan membersihkan kamar mandi.  “Awalnya saya hanya suka saja membagikan momen sehari-hari. Kebanyakan ibu-ibu muda masa kini cenderung membagikan foto-foto pada saat mereka arisan atau sedang kumpul-kumpul dengan teman. Saya justru ingin memberikan media sosial gambar sisi lain kehidupan, yaitu sisi kehidupan ibu rumah tangga yang nyata,” katanya.

Lewat postingannya itu, banyak ibu rumah tangga yang lainnya merespon positif, bahkan banyak juga yang berkomentar membagikan suka-duka menjadi ibu rumah tangga. “Tampaknya sejauh ini menjadi ibu rumah tangga memang masih dipandang sebelah mata oleh sebagian besar masyarakat. Di sisi lain, banyak ibu rumah tangga yang menghadapi berbagai tantangan di dalam rumahnya sendiri, seperti tidak dianggap oleh suaminya, mertuanya, merasa jenuh dan bosan atau merasa tidak berharga karena tidak mampu menghasilkan uang,”terangnya.

 

Tawaran Endorsement Berdatangan

Aktif di media sosial dan membuat video “Arisan” menjadi viral, ia kemudian dikenal sebagai influencer dan banyak menerima endorsement. Video Arisan memparodikan arisan sosialita yang sempat trendi, yang ia plesetkan menjadi arisan emak-emak berdaster. “Sebenarnya saya sudah lama menulis di media sosial namun semakin banyak follower setelah video “Arisan” saya viral dua tahun yang lalu,”jelasnya.

Rahel mengungkapkan bahwa sejak itu mulai banyak tawaran endorsement berdatangan. “Saya pikir kalau saya diamkan itu artinya saya menolak rejeki. Tapi tidak ada salahnya saya punya pundi-pundi penghasilan sendiri, toh saya dapat melakukan “pekerjaan” ini dari rumah,”tambahnya.

Ia juga tak memungkiri suatu saat nanti ia akan kembali bekerja. Namun dengan catatan hingga saat itu tiba, kedua anaknya sudah besar. “Bisa jadi saya akan membuka kedai kue dan kopi atau membuka lapangan pekerjaan bagi istri-istri yang kurang beruntung.”

 

Berhasil Melawan Penyakit Bipolar

Tak disangka, Rahel yang merupakan lulusan universitas luar negeri ini pernah berjuang melawan penyakit Bipolar. “Salah satu kegiatan yang juga membantu saya bangkit dari bipolar adalah melukis,”ungkapnya.

Fokus menjalani peran sebagai ibu rumah tangga, menulis dan membuat video di media sosial, membuatnya survive dari bipolar. “Saya berusaha tetap fokus pada kebaikan dan hal-hal positif yang dapat saya lakukan. Ketika saya posting sesuatu, entah itu tulisan atau video, hal itu membuat banyak orang jadi terhibur, itu yang membuat saya jadi semangat,”ungkap perempuan yang mengaku sangat tidak menyukai dan mengikuti arisan ini.(RV)

Foto : Dok.Pribadi Rahel Yosi Ritonga

Ibu rumah tangga, wanita karir, Rahel Yosi Ritonga

Artikel Terkait

Comments