Tia Pratignyo, Bangun Bisnis Tak Sekadar Passion

Tia Pratignyo, Bangun Bisnis Tak Sekadar Passion

Melahirkan merupakan momen paling membahagiakan bagi setiap ibu, salah satunya pengalaman tak terlupakan dan telah mengubah hidup Tia Pratignyo. Saat hamil anak pertama, founder sekaligus owner Nujuh Bulan Studio itu merasa perlu mempersiapkan lahiran secara matang.

Tia sempat menempuh pendidikan S2 di Inggris, lalu belajar dan bekerja di Australia dan Singapura. Saat mengandung dirinya tertarik akan children education class. Sayangnya saat kembali ke kampung halaman dan ingin melahirkan, childbirth course di Jakarta, ternyata belum ada. Dari situlah Tia tertarik untuk mendalami tentang kehamilan dan persalinan.

"Saat itu belum ada kelas itu di Jakarta, padahal di Eropa dan Singapura, mereka punya childbirth course di setiap rumah sakit. Ini yang mendorong saya mencari tahu lebih banyak tentang kehamilan dan persalinan," kata Tia saat diwawancara via email.

Tepat 2008 Tia mulai mendalami yoga dan meditasi melalui training hatha yoga untuk menjadi Certified Yoga Instructor dari Vivekananda Yoga Anusandhana Samsthana dari India. Lanjut, Tia mengambil training Prenatal & Postnatal Yoga dari Birthlight UK. Sejak melahirkan anak, Tia jadi lebih fokus mengajar yoga ibu hamil.

 "Semakin sering saya mengajar ibu hamil, makin terdorong untuk bisa menolong lebih banyak lagi. I wanted to give more. I wanted to share more,”ujarnya.

Semakin jatuh cinta dengan dunia persalinan, Tia mengambil Doula training di Bali, baru kemudian serius mendirikan Nujuh Bulan pada 2015, saya lalu melanjutkan training Certified Childbirth Educator dan Certified Doula dari Birthworks International.

Perjuangan seorang perempuan saat melahirkan sungguh luar biasa, diperlukan dukungan secara maksimal baik secara mental maupun emosional.  Atas hal tersebut, Tia mendirikan Nujuh Bulan Studio, upaya sebagai support system serta wadah untuk wanita dan ibu hamil untuk bisa datang ke tempat aman dan nyaman.

"Saya sadar bahwa perempuan itu luar biasa kuat. Dukungan ke ibu hamil secara mental dan emosional belum banyak tersedia. Sejak saat itu, saya tergerak untuk belajar lebih banyak agar membantu ibu hamil mengalami persalinan yang menyenangkan," ungkap Tia.

Memulai bisnis bagi Tia merupakan perjuangan, karena harus ia bangun dari nol. Kesulitan yang ia hadapi membangkitkan semangat juang dan makin mematangkan jiwa. "Banyak suka duka, jatuh bangun semua dialami. I grow personally and spiritually, kesulitan yang dihadapi membuat saya humble, membangkitkan semangat juang yang lebih tinggi, dan saya nikmati setiap proses dan momennya dan Nujuh Bulan memberi banyak warna di hidup saya," ungkapnya.

"Banyak suka duka, jatuh bangun semua dialami. I grow personally and spiritually, kesulitan yang dihadapi membuat saya humble, membangkitkan semangat juang yang lebih tinggi, dan saya nikmati setiap proses dan momennya, dan Nujuh Bulan memberi banyak warna dihidup saya," ungkapnya.

Mengurus keluarga dan juga bisnis perlu menciptakan keseimbangan dan keselarasan sendiri. Ia mengungkapkan ada tiga hal penting ketika ingin membangun usaha, yakni why, what, dan how. Selain itu dibutuhkan pula keberanian yang besar untuk memulai sesuatu apalagi tidak ada kepastian, “Mempunyai modal uang hanya salah satu faktor untuk memulai usaha, tetapi modal kesiapan mental jauh lebih penting,” pungkasnya. (Ev)

Foto: @nujuhbulanstudio & Dok. Pribadi

Tia Pratignyo,Nujuh Bulan Studio,Mompreneur,Inspirasi,Passion dan usaha

Artikel Terkait

Comments