Icha Badri Bersyukurlah dengan Cara Habiskan Makanan

Icha Badri  Bersyukurlah dengan Cara Habiskan Makanan

Sebagai seorang ibu rumah tangga pasti rentan untuk menggunakan plastik sehingga banyak menyisakan sampah rumahan. Hal itu, dapat membuat pencemaran lingkungan dan efek pemanasan global semakin bertambah. Berdasarkan hal itulah, aktivis hidup minim sampah bernama Icha Badri ini melakukan banyak perubahan sebagai bentuk mengurangi penggunaan plastik.

Icha  memulai gaya hidup minim sampah ini terinspirasi oleh gerakan #NoStrawMovement. Ia menonton sebuah video seekor penyu yang ditolong karena hidungnya kemasukan sedotan akibat pencemaran plastik di laut pada tahun 2017 lalu.

"Saya pun penasaran dan mencari lebih jauh lagi mengenai dampak sedotan plastik pada lingkungan. Hasil “kepo” saya ternyata tidak sesederhana sedotan. Nyatanya, bumi kita dipenuhi oleh sampah plastik dan jumlah sampah plastik yang dihasilkan oleh manusia dalam 10 tahun kebelakang jauh lebih banyak dibandingkan yang dihasilkan sejak tahun 1950,”ungkapnya.

Icha juga menonton film dokumenter A Plastic Ocean, di mana ia mengetahui fakta bahwa di dasar laut terdalam pun, sampah plastik sudah ditemukan. “Akhirnya, saya bertekad untuk berhenti menggunakan sedotan plastik di akhir tahun 2017. Di awal tahun 2018, resolusi saya hanya satu, mengurangi drastis sampah plastik yang dihasilkan dan Alhamdulillah hal ini mengubah sudut pandang saya terhadap kehidupan secara drastis pula,” kata Icha.

 

Membuat Akun @lesswastehousewife

Bermula sebagai media guna menuangkan isi pikirannya, @lesswastehousewife  ia buat sebagai wadah tentang curhatan dalam proses tak lagi menggunakan plastik. “ Akun saya @lesswastehousewife pada awalnya, saya gunakan sebagai "online diary" atas resolusi 2018 saya mengurangi plastic. Lama kelamaan, follower saya pun bertambah dan kini saya menggunakan akun tersebut untuk sharing mengenai fakta dan pengetahuan seputar kehidupan minim sampah, dengan harapan dapat bermanfaat bagi orang lain yang ingin memulai untuk hidup zero waste,” jelas Icha.

Kini, Icha, benar-benar tak menggunakan plastik sama sekali. Menurutnya gaya hidup zero waste adalah gaya hidup kakek-nenek kita semua sejak puluhan tahun lalu. “Namun di zaman ini, gaya hidup minim sampah lebih menantang karena kita "melawan" kepraktisan modern yang sudah mengakar dalam kehidupan kita sehari-hari,”ungkapnya.

Menurutnya, langkah awal kita untuk turut menerapkan gaya hidup minim sampah ialah dengan menggantinya dengan alat berulang pakai. Hentikan sedotan plastik, kantong kresek, alat makan sekali pakai dan membeli air minum dalam kemasan. Dari hal kecil seperti itu, menurut Icha, kita bisa beranjak terus dengan mulai memilah sampah dirumah, mengkompos, menggunakan dan mengkonsumsi segala hal dengan bijak. “Jangan memaksakan diri untuk sempurna. Mulailah dari yang paling mudah lalu beranjak ke tahap berikutnya hingga jadi kebiasaan,”katanya.

 

 

Jangan Sisakan Makanan

Tak menyisakan makanan merupakan cara untuk hidup minim sampah, dan salah satu cara agar kita selalu menghabiskan makanan yang kita makan adalah dengan bersyukur.  “Selalu bersyukur, serta menerapkan di dalam pikiran bahwa makanan adalah rezeki dari Tuhan, ada banyak proses yang terlibat di dalam tersajinya makanan di piring kita,”jelasnya.

Dengan gaya hidup minim sampah yang dilakukan Icha secara konsisten dan menyebarkan semangat kebaikan ini lewat akun Instagram-nya, banyak orang lain yang tertular untuk melakukan hal yang sama. “Alhamdulillah jika dilihat dari respon yang saya dapatkan, sudah semakin banyak yang mencoba dan tertarik untuk lebih mengurangi sampah dibandingkan tahun lalu. Jumlahnya semakin bertambah perharinya,”ungkap Icha.

Dengan banyaknya yang turut sadar lingkungan, tak hanya dapat mengurangi plastik yang menjadi biang masalah pencemaran lingkungan tapi beberapa sampah lailnnya seperti sampah tekstil dan sampah makanan. “Fashion dan tekstil menyumbang sampah terbanyak ke 2 setelah plastik, sedangkan 70% sampah di Indonesia adalah sampah organik. Keduanya berbahaya bagi lingkungan dan saya berharap pemerintah Indonesia dapat lebih tegas lagi menerapkan regulasi soal ini,” jelasnya.(RV)

Foto : Dok.Probadi Icha Badri

Zerowaste, Plastik, No Straw Movement

Artikel Terkait

Comments