7 Pejuang Feminisme Indonesia Terhadap Pembangunan Bangsa

7 Pejuang Feminisme Indonesia Terhadap Pembangunan BangsaIndonesia memiliki hari libur nasional yang mengarah pada perayaan Hari Kartini per tanggal 21 April. Diketahui bahwa hal tersebut ditujukan sebagai penghormatan atas pejuang feminisme Raden Adjeng Kartini (RA Kartini). Faktanya Ia merupakan pejuang emansipasi wanita Indonesia yang bersinar dan berperan penting dalam pembangunan suatu bangsa.

Diketahui bahwa kaum feminisme di Indonesia sudah mengalami kemajuan yang begitu pesat. Hal itu bermula sejak jaman RA Kartini pada beberapa abad silam. Dan berikut merupakan pejuang feminisme Indonesia yang masih harum namanya.

1. RA Kartini
Raden Adjeng Kartini merupakan sosok pendiri kaum feminisme yang hadir pada abad ke-18. Dimana kajian yang Ia kembangkan tentang penyetaraan status perempuan terhadap sosial mengalami perubahan yang begitu besar. Yang artinya setiap wanita memiliki peran penting dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bertanah air. Kesuksesan itu menjamur pada abad ke-20. Secara nyata, RA Kartini dikenal luas sebagai pendiri Gerakan Feminisme Nasional di Indonesia. Sejarah singkatnya pun Ia selalu memakmurkan dunia politik dalam negeri hingga mendapatkan kekaguman dari wanita Belanda untuk mendukung program feminisme. Karena itulah kedua negara tersebut saling menyatu untuk mengangkat derajat kaum perempuan untuk tetap bersaing dalam menyikapi kerasnya kehidupan di masa depan.

2. Gadis Arivia
Sosok pejuang feminisme yang berikutnya adalah Gadis Arivia. Diketahui bahwa wanita asal New Delhi tersebut merupakan lulusan S3 Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya, Jurusan Ilmu Filsafat, Universitas Indonesia. Kesuksesannya pun bermula sejak menjabat sebagai Direktur Eksekutif Jurnal Perempuan yang selalu menomorsatukan kepentingan perempuan dalam balutan feminisme. Salah satu jurnal terbaiknya yang pernah menyulap jutaan pasang mata yaitu memperjuangkan setiap permasalahan wanita untuk membangun kehidupan yang lebih layak. Di sisi lain, Ia pun pernah merilis film dokumenter “Perempuan di Wilayah Konflik” yang mengindikasikan bahwa semua kalangan perempuan memiliki hak mutlak untuk menyalurkan aspirasi. Selebihnya Ia merupakan tokoh “Suara Ibu Peduli” yang mementingkan kelayakan para anak – anak di bawah umur.

3. Aquarini Priyatna Prabasmoro
Gerakan feminisme bukan berarti upaya untuk bersaing dan mengungguli kedudukan kaum Adam. Sebab Aquarini Priyatna Prabasmoro merupakan salah satu tokoh yang bersikeras bahwa anggapan tersebut memiliki arti yang berbeda dalam segala sisi. Baginya, gerakan tersebut merupakan penyetaraan atas kehidupan berbangsa dan bernegara yang sangat layak terutama dalam status sosial. Wanita lulusan Lancaster University tersebut tak pernah berhenti untuk menghadapi jutaan kritik yang berbau negatif terhadap kaum perempuan. Karena Ia terbilang tokoh paling tepat untuk menjadikan perlindungan utama bagi kaum perempuan hingga menjadikannya kacamata kebudayaan. Alhasil Ia pun meretas ketidakseimbangan antara status sosial antara laki – laki dan wanita.

7 Pejuang Feminisme Indonesia Terhadap Pembangunan Bangsa

4. Toety Heraty
Toety Heraty merupakan salah satu Doktor Filsafat Universitas Indonesia yang dikenal secara luas sebagai penggerak feminisme untuk memakmurkan generasi penerus bangsa Indonesia. Dalam kehidupannya, Ia selalu menulis dan merumuskan kajian tentang kalangan perempuan hingga menghasilkan banyak karya sebagai panutan utama. Di tahun 1998, Ia pun mengemban tugas sebagai Ketua Yayasan Mitra Budaya Indonesia dan berhasil menggerakkan Jurnal Perempuan. Lebih dari itu, Ia juga mengikuti jejak Gadis Arivia dengan bergabung di Suara Ibu Peduli untuk memperjuangkan masa depan pemberdayaan perempuan. Melalui organisasi non-pemerintah itu, namanya pun diakui negara sebagai pejuang feminisme generasi masa depan.

5. Ayu Utami
Ayu Utami sukses memenangkan penghargaan resmi pada sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta. Pada akhirnya dirinya pun terkenal seantero nusantara sebagai sastrawati muda yang mampu menghasilkan banyak karya sastra. Beberapa karya utamanya selalu memakmurkan kepentingan perempuan untuk menjiwai seluruh tataan hidup. Faktanya pun Ayu selalu berjuang untuk memuliakan nama baik perempuan dengan cara berperang melalui kata – kata. Terbukti bahwa salah satu novel terbaiknya “Saman” hingga kini menginspirasi kaum hawa dengan memberikan berbagai warna untuk mengembangkan sastra Indonesia. Dan beberapa karya lainnya pun telah menggambarkan bahwa wanita Indonesia pun memiliki hak mutlak untuk bersinergi dalam semua hal.

6. Ratna Sarumpaet
Sempat mendapatkan kabar buruk atas kasus Pemilihan Presiden, namun Ratna Sarumpaet terkenal sebagai salah satu pejuang feminisme yang terus akhir dalam pro-demokrasi terhadap setiap persoalan yang menghadang para kaumnya. Sejak saat itu, Ia langsung menciptakan naskah drama “Marsinah Nyanyian dari Bawah tanah”. Yang pada kajiannya mengisahkan tentang salah seorang buruh bernama Marsinah yang pada saat itu merupakan korban pembunuhan secara tak wajar atas penuntutan kenaikan upah Rp 500. Dalam kasus itu, Ratna tidak tinggal diam dan mulai menyuarakan aksinya bahwa kaum perempuan memiliki peran yang begitu berharga dalam kehidupan sosial. Dan naskah tersebut menjadi panutan bagi demonstran perempuan bahwa mereka layak mendapatkan suara untuk kemajuan bersama.

7. Kalis Mardiasih
Dan sosok pahlawan feminisme yang terakhir adalah Kalis Mardiasih. Ia sukses dikenal baik dengan ahli feminisme lantaran pemikiran dan cuitannya di berbagai sosial media selalu menebar ancaman terhadap para patriarkis. Kalis merupakan penulis kawakan yang mampu menciptakan sejumlah karya indah tentang kehidupan perempuan. Hal itu bermula sejak menjadi bagian penting di bawah Jaringan Nasional Gusdurian yang merupakan pendukung setia mantan presiden Abdurrahman Wahid (Gusdur). Diketahui bahwa wanita kelahiran Yogyakarta tersebut acap kali menginspirasi ideologi perempuan di atas segalanya. Pada satu karya terbaiknya “Muslimah yang Diperdebatkan” tahun 2019, Kalis memberanikan diri untuk memberantas kalangan patriarki yang bertujuan untuk memuliakan agama Islam untuk kepentingan semua umat muslim di Indonesia.

Shopping cart

close